Air PDAM Mati di Pasaman, Warga Manfaatkan Sungai

ilustrasi air PDAM mati
ilustrasi air PDAM mati (istimewa)

PASAMAN , KLIKPOSITIF -- Sejak empat hari belakangan, masyarakat yang ada di dua nagari Kecamatan Lubuk Sikaping tidak merasakan air dari Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ). Masyarakat mulai mengeluhkan kinerja pelayanan perusahaan air minum tersebut.

Menurut warga, para pelanggan PDAM dibuat kewalahan dan kesulitan untuk mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci dan lainnya. Sebagian warga bahkan terpaksa mandi ke sungai, kemudian mengambil air sungai untuk dikonsumsi di rumah.

baca juga: Subuh-subuh, Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Pasaman

"Di tempat saya, Taluak Ambun, Nagari Pauh, Kecamatan Lubuk Sikaping sudah empat hari air PDAM mati. Tidak ada pemberitahuan sedikit pun. Kami pun ada yang menggunakan air galon untuk kebutuhan sehar-hari," ujar salah seorang warga, Aprina Herawati.

Menurut Aprina, harusnya PDAM tidak begini, sebab pelanggan memberikan kompensasi dengan membayar kewajibannya setiap bulan. Seharusnya ada pelayanan yang maksimal ketika ada persoalan, sudah tentu ada alternatif penyelesaian yang diberikan oleh PDAM .

baca juga: Distribusi Air Bersih Belum Lancar, PDAM Payakumbuh Tetap Tambah 500 Pelanggan Lewat Program MBR

"Apakah ada pemberitahuan kejelasan sampai kapannya dan kalau memang sedang ada perbaikan, maka alternatif mensuplai mobil tangki juga bisa dilakukan kan?" tegasnya.

Hal yang sama juga dikatakan Heri. Dia menyebut, air PDAM juga mati di Canggang, Nagari Air Manggis, Kecamatan Lubuk Sikaping. Sehingga, warga terpaksa mandi ke sumur yang jauh dekat rumah. "Di tempat kami sudah dua hari mati, tidak ada pemberitahuan. Terlambat bayar, kita dapat surat," ujarnya.

baca juga: Menteri KP Ingin Tingkatkan Budidaya Ikan Air Tawar di Pasaman

[Man St Pambangun]

Penulis: Agusmanto