Persaingan untuk Lulus CPNS 2017 Lebih Berat dari Tahun 2014

Menteri PANRB Asman Abnur saat meninjau pelaksanaan SKD dengan sistem CAT di kantor pusat BKN, Jakarta.
Menteri PANRB Asman Abnur saat meninjau pelaksanaan SKD dengan sistem CAT di kantor pusat BKN, Jakarta. (menpan.go.id)

JAKARTA, KLIKPOSITIF -- Badan Kepegawain Negara (BKN) mencatat total jumlah pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilangsungkan selama dua gelombang dilamar sebanyak 2.433.656 orang. Jumlah ini berdasarkan pendaftar yang direkap melalui situs sscn.bkn.go.id.

Rinciannya, gelombang pertama jumlah pelamar sebanyak 1.295.925 orang dan gelombang kedua sebanyak 1.137.731 pelamar. Pelamar tersebut memperebutkan 37.138 formasi, yakni seleksi gelombang pertama sebanyak 19.210 formasi dan gelombang kedua 17.928 formasi. Jika dirata-ratakan, maka satu jabatan diperebutkan oleh 65.5 pelamar.

baca juga: Tatanan Normal Baru, ASN Bisa Bekerja Secara Fleksibel

Seperti diberitakan sebelumnya, seleksi CPNS tahun ini dilaksanakan dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama hanya dua instansi, yakni Kementerian Hukum dan HAM dan Mahkamah Agung, sedangkan gelombang kedua terdiri dari 60 kementerian/lembaga dan pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Jumlah pendaftar CPNS tahun 2017 ini mendekati jumlah pelamar CPNS secara online pada pada tahun 2014 yang mencapai 2.603.780 orang, dan sempat tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI). Saat itu, pemerintah membuka lowongan sebanyak 65 ribu formasi CPNS, terdiri dari 25 ribu formasi CPNS untuk instansi pemerintah pusat, dan 40 ribu formasi untuk pemerintah daerah. Saat itu, tingkat persaingan berada di angka 1 : 40.

baca juga: Masker Akan Jadi Salah satu Seragam Wajib PNS di Jakarta?

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pemerintah menerapkan kebijakan minus growth dalam penerimaan CPNS tahun 2017 ini. Hal itu juga tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 20/2017 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2017.

Dalam menetapkan kebutuhan PNS , diarahkan untuk jenis jabatan yang mendukung Nawacita dan rencana pembangunan jangka menengah nasional. Jabatan dimaksud adalah yang melaksanakan tugas teknis dengan prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, pembangunan infrastruktur, pembangunan poros maritim, pembangunan ketahanan energi, jabatan untuk melaksanakan pembangunan ketahanan pangan, penegak hukum. Jabatan lain yang dibutuhkan untuk program dukungan reformasi birokrasi serta formasi khusus untuk Kementerian/Lembaga yang mempunyai lembaga pendidikan kedinasan, putra/putri lulusan terbaik dengan pujian/cum laude, penyandang cacat/disabilits, serta putra/putri berprestasi internasional.

baca juga: Kado Lebaran, Bupati Irfendi Arbi Serahkan Ratusan SK PNS Guru SD

Namun untuk tahun 2017 ini, prioritas jabatan dalam pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil bagi instansi pusat adalah jabatan fungsional dan jabatan teknis lain yang merupakan tugas inti (core business) dari instansi dan mendukung Nawacita serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Sedangkan untuk instansi daerah diprioritaskan pada jabatan Guru, Dokter, Perawat, serta jabatan-jabatan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.

Kalau tahun ini ada pembukaan lowongan CPNS untuk sebagian besar pemerintah daerah, diperkirakan peminatnya akan jauh lebih banyak, dan boleh jadi memecahkan rekor MURI tahun 2014. Pasalnya, formasi instansi pemerintah pusat tahun ini tidak ada jabatan untuk guru dan tenaga kesehatan, yang biasanya banyak dibutuhkan oleh pemerintah daerah. Dengan demikian, banyak sarjana keguruan yang hingga saat ini belum bisa melamar. (*)

baca juga: THR untuk ASN Capai Rp29,38 Triliun, Minggu Ini Cair

sumber: menpan.go.id

Penulis: Pundi F Akbar