Megawati: Generasi Muda Perlu Baca "Indonesia Menggugat"

Mantan Presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri
Mantan Presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri (youtube)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Presiden Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri, menjelaskan generasi muda sekarang perlu menjadikan buku 'Indonesia Menggugat' sebagai referensi bacaan untuk mempelajari sejarah dan juga melihat pandangan tentang kebangsaan pada masa lalu.

"Salah satu yang patut dipelajari dan menjadi rujukan bacaan mahasiswa adalah buku Indonesia Menggugat, yang berisi pidato pembelaan Bung Karno pada persidangan di Landraad, Bandung, 1930," kata Megawati dalam pidatonya di Universitas Negeri Padang , saat Penganugerahan Gelar Kehormatan (Dr. HC) untuk Megawati Soekarnoputri di universitas tersebut, Rabu (27/9).

baca juga: Kadinkes Padang Prediksi Akan Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Libur Lebaran

Ia mengaku, 'Indonesia Menggugat' yang telah dibacanya begitu detail, karena disebutkan ada korelasi dengan kondisi saat ini seperti inflasi dan sebagainya.

"Bung Karno mensintesakan pemikirannya tentang Indonesia saat itu, untuk kepentingan tanda kutip rakyat indonesia," tegasnya.

baca juga: Puskesmas Andalas Telah Vaksin Ribuan Warga, 347 Diantaranya Lansia

"Saya kira sebenarnya buku itu harus jadi buku referensi bagi generasi muda saat ini," jelasnya.

Melalui buku tersebut, generasi muda dapat mengetahui bagaimana perjuangan para bapak bangsa saat itu. Tak hanya itu, Bung Karno secara jelas juga menggambarkan bagaimana kondisi bangsa Indonesia yang saat itu masih menjadi bangsa terjajah.

baca juga: Kembali Dari Kampung, Warga Diimbau Lakukan Tes Swab

"Bung Karno detail menjelaskan seperti bagaimana kekayaan negeri ini diambil dengan kerja paksa. Kalau hal ini tidak dipelajari sebagai pelajaran bangsa, maka generasi saat ini berpikir bahwa pemikiran ekonomi barat sudah paling bagus, paling modern. Makanya, silakan baca Indonesia Mengggugat," jelasnya.

Megawati pun meyakini apa yang disampaikan Bung Karno dalam Indonesia Menggugat bukan sebuah cerita bohong dan benar-benar menggambarkan kondisi Indonesia sebagai bangsa terjajah saat itu.

baca juga: Libur Lebaran, Puskesmas di Padang Sepi

"Kalau dikorelasikan dengan sekarang, itu benar-benar sangat dapat dipertanggungjawabkan," katanya. (*)

Penulis: Eko Fajri