Melirik Potensi Ancaman Sungai di kawasan Gunung Marapi

Aliran sungai (warna kuning) di peta kawasan Gunung Marapi
Aliran sungai (warna kuning) di peta kawasan Gunung Marapi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF  -- Gunung Api Marapi merupakan salah satu gunung yang menjadi hulu dari banyak sungai -sungai yang mengalir di bawahnya.

Sungai -sungai berukuran relatif kecil itu, menjadi sumber pengairan bagi penduduk yang tinggal di bawahnya. Namun sesekali, sungai itu harus diwaspadai, karena bisa berpotensi terjadinya bencana.

baca juga: Banyak Ditemukan Limbah Medis di Sungai, Warga Daerah Ini Takut Tertular COVID-19

Salah satu ancaman bencana itu adalah menjadi daerah aliran lahar dingin setelah terjadinya erupsi Marapi. Lahar dingin dapat terjadi akibat tumpukan material letusan yang berkumpul di Puncak dan hanyut akibat disapu hujan.

Selain itu, ancaman lainnya juga berpotensi terjadinya galodo jika curah hujan tinggi dengan durasi lama. 

baca juga: HUT RI Ke-75, Ribuan Pendaki Padati Gunung Marapi

"Contohnya kejadian Galodo Pasia Laweh, Sungai Tarab Tanah Datar pada tahun 2009," ujar Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi, Hartanto, Kamis 28 September 2017.

Menurut Hartanto, ada puluhan sungai yang berhulu di Puncak Marapi. Jika dihitung, ada sekitar 30 sungai . Dari jumlah itu, sebahagian besarnya melewati daerah Kabupaten Tanah Datar atau bagian utara Marapi.

baca juga: Sore Tadi, Pendaki Yang Tersesat di Marapi Sudah Dibawa Turun

"Beberapa lainnya ke arah Ampek Angkek, Canduang dan Sungai Pua," ujar Tanto, Kamis 28 September 2017.

[Hatta Rizal]

baca juga: Kembali Dibuka, Ribuan Pendaki Padati Marapi dan Singgalang

Penulis: Iwan R