Berbeda dengan WALHI, Wagub Sumbar Sebut Minyak Tumpah Sudah Dimakan Ikan

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit (istimewa)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menegaskan, tumpahan minyak CPO PT. Wira Innomas tidak berbahaya bagi ekosistem laut, sebab minyak tersebut merupakan minyak nabati. Wagub mengaku telah datang ke lokasi setelah kejadian minyak CPO tumpah di kawasan laut teluk Bayur.

Dirinya turun langsung dengan menggunakan kapal mengelilingi dan mengamati tumpahan minyak di lokasi, Kamis sore. "Kemarin saya sudah turun bersama kepala Bea-cukai dan KSOP," katanya saat dihubungi, Jumat.

baca juga: Pedagang Pasar Raya Padang Akan Divaksin Kamis Lusa

Terkait dampak pencemaran yang bisa merusak lingkungan dan menyebabkan ikan-ikan mati, katanya malah terbalik. Justru ikan makan itu, sebab minyak tumpah merupakan minyak nabati bukan solar. "Tidak berbahaya, begitu penjelasan dari KSOP dan Bea Cukai kemarin," jelasnya.

Selain itu, pencemaran tidak akan sampai ke dasar laut sebab minyak sudah membentuk bongkahan-bongkahan. Untuk mengantisipasi penyebaran minyak, mereka juga sudah membentang Oil Boom sepanjang 500 meter di lokasi tumpahan minyak nabati tersebut.

baca juga: Puskesmas Padang Pasir Mulai Vaksin ASN

"Sekarang sekitar 10 ton lagi yang berada di laut selebihnya sudah diangkat kedarat dan masih bisa digunakan," ujar Wagub.

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumbar menyebutkan, tumpahan minyak CPO (Crude Palm Oil) akan mengancam kerusakan ekosistem laut. Ancaman itu akan menyebabkan punahnya jenis ikan yang hidup diperairan dangkal dengan kedalaman 0-200 meter.

baca juga: Demo Mahasiswa Soal Penyelewengan Dana Covid-19, Ini Tanggapan Gubernur Baru Sumbar

Ancaman terberat, katanya, bagi jenis ikan pelagis dan kura-kura serta terumbu karang. Keberadaan minyak kelapa sawit ini tentu akan mempengaruhi jenis ikan tersebut yang dapat menyebabkan keracunan dan mati. Karena minyak kelapa sawit mengandung BOD (Biological Oxigen Demand) yang tinggi dan tentu sangat berbahaya bagi biota laut.

Kemudian WALHI mencatat, molekul minyak akan menghalangi cahaya matahari dan oksigen masuk ke laut yang ditutupi oleh minyak sawit ini. Hal ini akan berpengaruh bagi terumbu karang dan biota bawah laut lainnya.

baca juga: Dugaan Penyimpangan Anggaran Covid-19, Puluhan Mahasiswa Demo Didepan Kantor Gubernur Sumbar

Terhalangnya cahaya matahari dan oksigen tentu akan mempengaruhi proses fotosintesis dan respirasi biota laut. "Dan dalam jangka panjang akan memicu terjadinya coral bleaching dan kematian biota laut," katanya.

Akibat dari minyak CPO , Bioplankton dan mikroorganisme laut yang ada dipermukaan akan langsung mati dan ini akan berpengaruh terhadap ikan-ikan yang ada disekitar perairan ini dan tentunya akan menganggu rantai makanan bagi ekosistem disana.

Menurut WALHI, tidak hanya habitat laut, cemaran minyak sawit juga akan mempengaruhi jenis burung yang selama ini mencari ikan sebagai sumber makanan mereka di kawasan itu. 

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Agusmanto