Payung Hukum Angkutan Berbasis Online Ditetapkan Awal November

Ilustrasi
Ilustrasi (Independent.co.uk)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengatakan, payung hukum angkutan berbasis daring atau online akan ditetapkan pada awal November ini.

Hal itu dilakukan pasca dicabutnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek oleh Mahkamah Agung (MA).

baca juga: Pandemi Covid-19, Irwan Prayitno Minta Perkuat Sinergitas Pemulihan Ekonomi

Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Amran menjelaskan saat ini Kementerian Perhubungan telah sampai pada tahap uji publik untuk payung hukum angkutan tersebut.

"Kami di provinsi sifatnya menunggu. Tapi informasi di pusat tahapan penyempunaan sudah berjalalan, sudah uji publik dan akan ditetapkan pada awal bulan depan," katanya.

baca juga: Harumkan Nama Sumbar, Gubernur Serahkan Bonus Ratusan Juta ke Kafilah

Menurut Amran, tidak ada perbedaan yang signifikan dengan aturan lama, hanya saja ada penyempurnaan seperti uji KIR, kemudian untuk perusahaan sebelumnya harus berbadan PT ditambah dalam bentuk koperasi, sementara untuk perorangan tidak dibenarkan.

"Selanjutnya untuk wilayah atau trayek, mana saja daerah trayek online sehingga yang konvensinal tetap bisa hidup," papar Amran.

baca juga: Harimau Masuk Kampung, Masyarakat Danau Kembar Diminta Waspada

Ia melanjutkan, Kementerian Perhubungan telah menyesuaikan aturan mengenai taksi online dan revisi aturan.

Selain itu dalam penyempurnaan tersebut akan mempertimbangkan aspek keselamatan, keamanan, kesetaraan, keberlangsungan usaha, perlindungan konsumen, kepentingan nasional, kebutuhan masyarakat, serta menjaga situasi dan kondisi dalam keadaan kondusif.

baca juga: Irwan Prayitno Klaim Karhutla Sumbar terkecil di Indonesia

"Dalam aturan itu ada pula soal keseimbangan antara angkutan konvensional dan reguler. Angkutan reguler harus tetap hidup, serta angkutan sewa khusus juga tetap berjalan," jelas dia.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa