Pasca Operasional Haji 2017, 55 Jamaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Saudi

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -- Satu jemaah haji Indonesia yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) sudah pulang ke Tanah Air. Staf Teknis Haji I Kantor Urusan Haji (KUH) Ahmad Dumyathi Bashori mengatakan bahwa jemaah tersebut bernama Masdar Asngari Abu Kasan.

Menurut Dumyathi, Masdar berasal dari Banyumas dan tergabung dalam kloter 4 Embarkasi Solo (SOC 04). “Masdar sebelumnya dirawat di rumah sakit Raja Abdullah Jeddah. Setelah dinyatakan sehat dan laik terbang sesuai dengan Medical Information Form (MEDIF) yang dikeluarkan oleh pihak berwenang, Masdar dapat dipulangkan ke Tanah Air,” terang Dumyathi melalui sambungan telepon, Jumat (13/10).

baca juga: Pernah Menang di Sentul, Ini Komentar Valentino Rossi Tentang Indonesia dan Sirkuit Mandalika

“Kita berharap kondisi Jemaah yang lain cepat membaik dan bisa dipulangkan juga,” imbuhnya.

Dumyathi memastikan kalau Kementerian Agama melalui Kantor Urusan Haji di Jeddah akan terus melakukan monitoring terhadap seluruh jemaah haji sakit yang berada di beberapa rumah sakit Arab Saudi, baik Jeddah, Makkah maupun Madinah.

baca juga: Survei Terbaru Ungkap Ganjar Pranowo Kandidat Teratas Capres 2024

Operasional haji berakhir pada 5 Oktober lalu. Namun, masih ada 60 jemaah yang menjalani perawatan di RS Arab Saudi. Satu sudah kembali dan empat jemaah lainnya wafat. “Sampai hari ini, masih ada 55 jemaah yang menjalani perawatan di RS Arab Saudi,” ujarnya.

“Dari jumlah itu, ada 16 jemaah yang sudah siap untuk dipulangkan. Kita masih menunggu MEDIF dari pihak berwenang,” sambungnya.

baca juga: Dapat Kabar Jokowi Tandatangani UU Ciptaker pada 28 Oktober, Serikat Buruh dan Pekerja Rencanakan Hal Ini

Dumyathi menambahkan, proses pemulangan jemaah haji sakit perlu penanganan khusus. Penanganan itu mulai dari visitasi untuk memantau kondisi jemaah hingga proses pengurusan dokumen. Ini dilakukan agar pemulangan dapat berjalan efesien dan efektif.

Senada dengan itu, Staf Teknis Haji III Akhmad Jauhari menyampaikan bahwa saat ini penanganan yang dilakukan tim KUH terfokus pada 3 hal, yaitu: informasi jemaah haji sakit, optimalisasi tim visitasi, dan update perkembangan kondisi Jemaah haji .

baca juga: Pemerintah Anggarkan Rp122 Triliun untuk UMKM

“Setiap pasien dikunjungi setiap hari dan diberikan motivasi agar dapat mengurangi strees dan dapat mempercepat proses recovery mereka. Kehadiran kita menjadi penyemangat mereka,” ujarnya.

Untuk kelancaran program, tim dari unsur Kementerian Agama melalui KUH di Jeddah dan tim dari unsur Kementerian Kesehatan melalui Tim Visitasi terus melakukan koordinasi.

Berikut ini nama empat jemaah yang wafat di RS Arab Saudi pasca berakhirnya operasional haji :

1. Moh. Muhtar Abdullah (SUB 04)_wafat Sabtu (07/10) di RSAS King Abdullah
2. Mahmuddin Sholeh Sapii (JKS 67)_wafat Sabtu (7/10) di RSAS Al Anshar Madinah
3. Taman bin Matusak (BTH 25)_wafat Rabu (12/10) di RSAS King Fahd Madinah
4. M. Kaswandi Ikhsan (JKG 56)_wafat Kamis (12/10) di RSAS King Faishal Syisyah Makkah. (*)

Sumber: Kemenag

Penulis: Eko Fajri