Tekan Pelanggaran, Tim Gabungan Gelar Razia Meteran Listrik di Padang

Razia meteran listrik di Padang
Razia meteran listrik di Padang (KLIKPOSITIF/Cecep)

PADANG , KLIKPOSITIF  --Tim gabungan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Padang , PLN dan Sat Pol PP menggelar razia meteran listrik , Jum'at 13 Oktober 2017 malam.

Sasaran razia yang bertujuan untuk pemeriksaan penyalahgunaan meteran ataupun pencurian listrik ini dititikberatkan pada pengusaha jajanan malam di Kota Padang .

baca juga: Kantor dan Perumahan Bandara Rokot di Suplai Listrik, Kepala Bandara Apresiasi PLN

Pantauan KLIKPOSITIF , tim gabungan mulai bergerak sekitar pukul 20.10 WIB dari Kantor Bappeda balaikota lama. Tim memulai di kawasan perempatan Kinol. Di situ satu persatu metaran di toko-toko diperiksa, termasuk meteran di Penerangan Jalan Umum (PJU). Selanjutnya, bergeser ke Jalan Niaga, Arau Kota Tua, bawah Jembatan Siti Nurbaya. Kemudian, tim bergerak ke Jalan Diponegoro, Damar, Veteran, dan S Parman.

Kabid Penagihan dan Pemeriksaan, Budi Payan, didampingi Kabid Penataan dan Penetapan, Firdaus menyebut, jika indikasi pencurian listrik oleh pihak yang tidak bertanggung jawab memang diduga terjadi pada PJU. Hal itu mengingat terjadinya pembekakan pembayaran listrik setiap bulannya.

baca juga: Nafas Panjang Perjuangan Benelli Jelajahi Pasar Motor Italia di Sumbar

"Saat ini pembayaran PJU tiap bulan sudah mencapai Rp26 Miliar. Ini meningkat setiap bulannya. Semoga dengan kegiatan ini ada yang ditemukan melakukan pelanggaran, sehingga pembayaran dapat menyusut. Kalau memang karena pemakaian yang banyak, namun sesuai dengan aturan, tentu tidak apa-apa," ucapnya.

Asisten Manajer Transaksi Energi PLN Wilayah Padang , Triyono di sela-sela razia menyebut, selain adanya indikasi pelanggaran, razia ini juga bertujuan untuk mengingatkan masyarakat agar membersihkan instalansi listrik .

baca juga: Yuk Merapat, PLN Cari Mitra Usaha untuk Bangun Lebih dari 100 SPKLU

"Instalasi tidak layak agar diperbaiki, meteran jangan diganggu. Jika memang ada meteran yang bermasalah, masyarakat dapat melaporkan. Bisa langsung datang, atau menghubungi 123, atau dari website," terangnya.

Dia menyebut, penyalahgunaan meteran akan memicu terjadinya kebakaran. Sebab, dengan arus yang keluar melebihi beban, maka akan memicu kekeringan kabel, sehingga merusak kabel.

baca juga: DLH Sebut Sampah Medis di Padang Meningkat 27 Persen

"Arusnya besar akan mengakibatkan kabel kering, akan memicu api dan kebakaran. Menyelamatkan aset kami dan aset masyarakat," sebutnya.

[Cecep Jambak]

Penulis: Iwan R