BKSDA Sumbar Kesulitan Rehabilitasi Satwa Dilindungi, Kenapa ?

Dua ekor beruang madu yang butuh tempat rehabilitasi saat ini ada ditangan BKSDA Sumbar
Dua ekor beruang madu yang butuh tempat rehabilitasi saat ini ada ditangan BKSDA Sumbar (Ist)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA ) Sumatera Barat, menyatakan kesulitan untuk mencari lokasi untuk rehabilitasi due ekor satwa dilindungi yang diserahkan masyarakat.

Kepala Komandan Satuan Tugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA ) Sumatera Barat Zulmi Gusrul, kepada KLIKPOSITIF di Padang , Minggu (14/10) mengatakan, saat ini ada dua ekor satwa dilindungi yang tengah dirawat di kantor BKSD, setelah diserahkan oleh masyarakat.

baca juga: Anggota DPR Minta Masyarakat Sumbar Tidak Takut Divaksin

"Dua ekor satwa dilindungi tersebut adalah beruang madu, yang didapat dari penyerahan masyarakat pada pihak kepolisian dengan berkoordinasi ke BKSDA Sumbar pada Jumat (6/10, dan 13/10)," kata Zulmi.

Ia menambahkan, dua ekor beruang madu tersebut diserahkan masyarakat yang tinggal di Kota Padang , dan ini merupakan bentuk kesadaran mereka atas Undang-Undang Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Satwa , dimana setiap satwa dilindungi tidak boleh dimiliki oleh masyarakat.

baca juga: Ini Tanggapan Anggota DPR Terkait Dugaan Mark Up Dana COVID-19 di Sumbar

Saat ini, menurut pengakuan Zulmi, yang menjadi persoalan adalah tidak adanya tempat yang bisa dijadikan lokasi rehabilitasi dua satwa dilindungi yang diserahkan masyarakat tersebut.

Persoalan ini terjadi kerena usai kooordinasi antara BKSDA Sumbat dengan dua kebun binatang yang ada di provinsi tersebut, yakni Kebun Binatang Kinantan dan Kebun Binatang Taman Satwa Kandi di Kota Sawahlunto, keduanya telah penuh.

baca juga: Pemuda yang Terseret Gelombang di Pessel Berhasil Ditemukan, Satu Lainnya Masih dalam Pencarian

"Kita telah koordinasi, namun dua kebun binatang yang kita punya telah penuh, sehingga sulit bagi kami untuk melakukan rehabilitasi dua beruang madu ini. Sebab itu bisa jadi nanti keduannya akan kami kirim ke kebun binatang lain di luar Sumbar ," jelasnya.

Selain itu, rehabilitasi dua beruang madu yang diperkirakan berumur sekitar 1,5 sampai 2 tahun itu juga disebabkan keduanya terbilang jinak.

baca juga: PNS yang Terpilih Pilwana Mesti Cuti dan Fokus sebagai Wali Nagari

"Karena telah lama dirawat oleh masyarakat, mereka menjadi jinak, sehingga untuk mengembalikan ke habitat aslinya juga cukup sulit," teganya.

Sehubungan dengan itu, terkait keberadaan satwa dilindungi yang ada ditangan masyarakat, Zulmi berharap adanya kesadaran untuk menyerahkannya ke BKSDA atau mengembalikan ke alam liar.

"Jika tidak menyerahkan kepada BKSDA dan tetap dirawat oleh masyarakat, mereka dapat dikenakan UU tentang Satwa Dilindungi dengan ancaman hukuman kurungan penjara maksimal 5 tahun atau denda Rp100 juta," jelasnya. (*)

Penulis: Eko Fajri