Buser Satreskrim Pasaman Buru Pelaku Penipuan Umroh ke Medan

()

KLIKPOSITIF - Anggota Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Pasaman memburu pelaku dugaan penipuan terhadap 26 orang guru PNS Kabupaten Pasaman yang hendak melakukan ibadah Umroh.

Kasat Reskrim Polres Pasaman , AKP. Syaiful Zubir ketika dikonfirmasi KLIKPOSITIF , Jumat 18 Maret membenarkan anggotanya sudah berangkat ke Medan untuk melakukan pengembangan kasus tersebut. 

baca juga: Putus Mata Rantai Covid-19, Bupati Solsel: Satu Bulan Kedepan Vaksin Harus Tuntas

"Kita juga sudah kordinasi dengan Polres Medan terkait dengan keberadaan pelaku yang berinisial T, dugaan penipuan puluhan guru itu yang merugikan korban Rp500 juta lebih," ujar Syaiful Zubir di ruang kerjanya. 

Menurut Syaiful Zubir, tujuh orang anggota Reskrim Polres Pasaman sudah berangkat ke Medan sejak Rabu kemarin ke Medan. Saat ini masih melakukan pengembangan di lokasi. 

baca juga: Dinkes Solsel Sebut Vaksin Diperlukan untuk Membentuk Kekebalan Kelompok Terhadap Virus Covid-19

"Kita juga sudah meminta bantuan Mabes Polri terkait dengan posisi pelaku, sebab telpon gengamnya sulit dihubungi" ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 26 orang guru tertipu oleh travel umroh PT. Hijrah Haramain Medan. Karena tidak ada kepastian berangkat, 26 orang guru tersebut melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Pasaman di Lubuk Sikaping. 

baca juga: Seorang Pasien Positif COVID-19 Meninggal di RSUD Batusangkar, 8 Pasien Lainnya Masih Dirawat

Sebanyak 26 calon jemaah umroh tersebut mendaftar melalui Kogusda Unit II Rao dengan menyerahkan uang Rp22.500.000/orang.

Penulis: Elvia Mawarni