Bagi Warga Pasaman, Tour de Singkarak Hanya Seremonial Belaka

Tour de Singkarak
Tour de Singkarak (Istimewa)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Sejumlah warga Kabupaten Pasaman menilai, iven balap sepeda kelas internasional Tour de Singkarak hanya seremonial. Jargon Sport-Tourism menurut mereka tidak berdampak terhadap pendapatan masyarakat.

"Masyarakat kita dapat tontonan balap sepeda. Kalau soal peningkatan PAD dengan banyaknya kunjungan ke objek wisata tidak terasa pengaruhnya," kata salah seorang warga, Nuzul.

baca juga: Pembentukan dan Pengelolaan Desa Wisata di Pasaman Sebagai Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

Sementara warga lain, Yon menyebut besaran anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah Kabupaten tidak seimbang dengan didapat oleh Pasaman.

"Kalau soal perbaikan jalan itu, ini sudah program pemerintah provinsi sebab setiap tahun sudah dianggarkan. Dan yang diperkaiki itu hanya jalan-jalan yang rawan yang akan dilalui peserta TdS saja," ucap dia.

baca juga: Bupati Yulianto: Kita Harus Berusaha Saling Memutus Mata Rantai Penyebaran Corona di Pasbar

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olaharaga dan Pariwisata Pasaman, Ricky Riswandi menyebutkan tahun ini, daerah yang berbatasan langsung dengan Sumatera Utara tersebut menganggarkan Rp500 juta dari APBD untuk penyelenggaraan.

"Tahun ini sudah keempat kalinya Pasaman ikut andil dalam Tour de Singkarak, jika ditotal semua anggaran yang sudah dikeluarkan jumlahnya mencapai Rp2 miliar," jelas Ricky.

baca juga: Bilik Anti Septik, Pemkab Pasbar Gunakan Dettol Cair Bukan Disinfektan

Seperti yang diketahui, tahun ini Pasaman mendapat kesempatan pada etape terakhir yakni etape 9, dengan lokasi start di kawasan Equator Bonjol dan finish di Bukittinggi.

[Man St Pambangun]

baca juga: Ketua TP PKK Pasbar Salurkan Anti Septik Alami pada Warga

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa