Neraca Impor Sumbar di September 2017 Turun 10,88 Persen

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Badan Pusat Statistik Sumatera Barat mencatat perkembangan neraca impor daerah itu di bulan September mencapai 39,11 juta dolar Amerika Serikat.

Jika dikalkulasikan, persentase impor Sumbar di bulan September menurun 10,88 persen dibanding bulan sebelumnya.

baca juga: Awasi 100 Kampanye Tatap Muka Bawaslu Solsel Ingatkan Paslon Patuhi Protokol Kesehatan

Lalu jika dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya, untuk impor tahun ini juga terbilang lebih rendah 0,52 persen.

Namun secara kumulatif nilai impor Sumatera Barat Januari-September 2017 mencapai 325,03 juta dolar AS atau mengalami peningkatan 15,47 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

baca juga: Peduli Usaha Mikro di Tengah Pandemi, Bank Nagari Berikan Pinjaman Tanpa Agunan

Berdasarkan data, golongan barang impor pada bulan September 2017 paling
besar adalah bahan bakar mineral sebesar 25,04 juta dolar AS, golongan pupuk sebesar 4,80 juta dolar AS, dan golongan mesin/peralatan mekanik sebesar 4,68 juta dolar AS.

Sementara untuk negara pemasok impor bulan September 2017 terbesar adalah dari negara Singapura senilai 25,15 juta dolar AS, dan Tiongkok senilai 4,92 juta dolar AS.

baca juga: Bawaslu Pasbar Kembali Teruskan Dua Kasus Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Impor dari negara Singapura menduduki tempat teratas dengan perannya sebesar 66,74 persen, dan Malaysia sebesar 17,01 persen selama periode Januari-September 2017.

Kepala BPS Sumbar , Sukardi mengatakan data ekspor tersebut dikumpulkan dari dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang diisi oleh Eksportir dan telah diberikan ijin muat oleh Kantor Pelayanan Bea dan Cukai.

baca juga: Tren Pelanggaran Perda AKB di Pariaman Meningkat

"Selanjutnya melalui Bank Indonesia dokumen PEB dikirim ke Badan Pusat Statistik (BPS). Pencatatan dilakukan dari dokumen PEB yang dimuat dari pelabuhan ekspor yang ada di Provinsi Sumatera Barat," jelasnya.

Menurutnya sistem pengolahan menggunakan sistem "carry over". Dengan metode ini dokumen-dokumen dari daerah ditunggu selama satu bulan setelah bulan berjalan. Dokumen yang datang terlambat akan dimasukkan dalam pengolahan bulan berikutnya.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa