Anggota DPRD Pessel:Investor Ke Mandeh ? Hanya Liburan

kawasan Mande
kawasan Mande (Net.)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Marwan Anas menilai, investor yang datang keluar dan masuk mengelilingi Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh belakangan ini, bukan untuk melihat peluang investasi. Tetapi, hanya kebetulan berliburan wisata dengan difasilitasi pemerintah.

"Tentu pertanyaan kita investor yang akan berinvestasi itu mana, soalnya sejauh ini tampaknya cuma lihat-lihat saja, lalu pergi," sebut Marwan Anas pada KLIKPOSITIF saat ditanya tentang kiat pemerintah daerah dalam mendatang investor untuk memajukan Mandeh, Kamis 19 Oktober 2017.

baca juga: Kabar Gembira! Diskon Tambah Daya "Super Merdeka" untuk UMKM dan IKM Kembali Diperpanjang Hingga Akhir Tahun

Ia menjelaskan, dalam menggaet investor untuk berinvestasi di Mandeh, pemerintah daerah tidak cukup dengan menawarkan dan promosi keindahan yang ada saja. Namun, hurus mempunyai target dan persiapan yang matang dalam melengkapi kebutuhan infrastruktur yang bisa mendukung peluang investor untuk berinvestasi.

"Utamanya infrastruktur harus benar-benar siap, baru investor semangat berinvestasi. Mana mau investor merugi, ketika bangunan dia sudah siap, sementara jalan belum siap. Apakah mereka yang bangun hotel dulu, lalu jalannya ngusul, tidak mungkin lah," terangnya.

baca juga: DPR Harap KONI Konsisten Bantu Pembinaan Atlet Nasional

Lanjutnya, infrastruktur merupakan salah satu modal utama untuk menggaet investor masuk ke daerah itu. Jika kebutuhan sarana tidak terpenuhi, Mandeh akan jadi bualan investasi saja.

"Infrastruktur kita hanya begitu-begitu saja, 150 kali investor atau puluhan raja seperti Arab yang datang. Menurut saya, peluang investor untuk masuk ke Mandeh menanam modalnya sangat kecil, jika persiapan hanya dengan nama saja," tambahnya.

baca juga: Besok Bawaslu Sumbar Akan Plenokan Kasus Kasatpol PP Padang

Selain mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung KWBT Mandeh. Ia juga menginginkan, konsep pengembangan wisata Mandeh harus lebih jelas lagi. Tentu hal itu, harus didukung dengan Perda atau Perbub yang spesifik untuk mengembangkan potensi wisata.

"Sejauh ini, kita belum memiliki Perda zonasinya, lalu konsep kita juga belum jelas kemana arah dan pokusnya. Ditambahkan, kekhawatiran saya jika kita abai dengan itu semua. Mandeh sulit terwujud sesuai dengan apa yang kita harapkan atau akan hanya jadi buah bibir saja," jelasnya.

baca juga: Kemenperin: Lebih Rp32,5 Triliun Investasi Baru Akan Masuk pada Sektor Agro

Selain itu, ia juga menyigung persoalan yang terjadi di Mandeh. Menurutnya, semua pihak harus bisa segera menyelesaikan sengketa yang ada, untuk lebih menjamin ketertarikan investor masuk ke Mandeh.

"Dapur kita harus lebih baik, sebelum mendatangkan orang lain masuk ke rumah kita. Siapa yang akan mau masuk, semantara dapur kita sedang terjadi persoalan,"tegas Marwan Anas yang juga Ketua DPC PPP Pessel terkenal vokal tersebut.

Sebelumnya, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengatakan, tentang peluang investasi di Mandeh, diantaranya terdapat 47 pulau yang bisa dikembangkan sarana unggulan investor . Salah satunya kawasan wisata Mandeh memiliki sembilan pulau strategis yang bisa menjadi lahan investasi bagi investor .

"Di lokasi tersebut bisa dilakukan investasi hotel bertaraf internasional, lapangan golf, restoran, spa dan agrowisata lainnya," tuturnya.

Kemudian, pihaknya juga memberikan beberapa kemudahan kepada investor dalam pengurusan izin. "Izin kami berikan secara gratis kecuali izin mendirikan bangunan, proses izin juga bisa dilakukan secara online," katanya.

Selain itu, pihaknya juga mewacanakan pembebasan pajak selama lima tahun untuk para investor . "Untuk ini kami akan kaji dulu, apakah akan dibuatkan Perbub atau Perdanya. Pokoknya siapa berminat kami bantu dan diberikan kemudahan," ujarnya. (Kiki Julnasri)

Penulis: Eko Fajri