Kapolri: Jika Polisi Minta Jatah Dana Desa, Pimpinannya Dicopot

Kapolri Tito Karnavian
Kapolri Tito Karnavian (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bahwa pihaknya akan meindak tegas personel polisi yang bermain-main dalam pengawasan dana desa , termasuk jika polisi 'minta jatah' dari dana tersebut.

Hal itu dikatakannya saat penandatanganan (memorandum of understanding atau MoU) antara Polri, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) serta pemerintah daerah.

baca juga: IPW Berharap Pengganti Idham Azis Bukan Berdasarkan Perkawanan, Tapi Kebutuhan Polri

"Jika ada anggota yang minta bagian akan diproses, Kapolsek dan Kapolres saya copot," tegasnya. Sebaliknya kata Tito, pihaknya akan memberikan penghargaan pada petugas yang berprestasi dalam pengawasan dana tersebut.

Terkait pengawasan di daerah, Jenderal Tito memerintah agar semua Kapolda bisa langsung berkoordinasi dengan stakeholder terkait.

baca juga: Banyak Kegiatan Picu Kerumunan Massa ditengah Covid-19, Kapolri Ingatkan Hal Ini

"Setelah ini Kapolda harus bicara dengan kepala dinas untuk pengawasan, selanjutnya panggil semua Kapolres, setelah itu Kapolres kumpulkan semua Babinkamtibmas untuk diberikan pemahaman," jelas Tito.

Sementara itu di sisi lain, terkait dana desa , menurut data Pemerintah Provinsi Sumbar sebanyak 885 nagari (desa adat) mendapatkan anggaran sebesar Rp765 miliar. Angka itu akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

baca juga: Masih Situasi Pandemi, Kapolri Ingatkan Protokol Kesehatan Jauhi Kerumunan

Dengan adanya pengawasan dari pihak kepolisian, pemerintah berharap agar uang desa tepat sasaran. Untuk pengawasan tahun ini pemerintah akan melakukan evaluasi pada akhir tahun nanti.

"Kami evaluasi akhir tahun nanti, jika tidak efektif kerjasama ini bisa diputuskan," pungkas Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit.

baca juga: Idham Azis Segera Pensiun, Nama-nama Kandidat Kapolri Mulai Bermunculan Termasuk Boy Rafli Amar

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa