Trans Mentawai Ditargetkan Rampung pada 2022

Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet didampingi kepala PU Mentawai Elfi, dan Kadis Kominfo Joni Anwar meninjau langsung pelaksanaan pengerjaan jalan trans Mentawai
Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet didampingi kepala PU Mentawai Elfi, dan Kadis Kominfo Joni Anwar meninjau langsung pelaksanaan pengerjaan jalan trans Mentawai (Ist)

MENTAWAI , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai targetkan pembangunan infrastruktur jalan trans Mentawai dan pembangunan pelabuhan bakal rampung pada 2022 mendatang.

Bupati Kepulaun Mentawai , Yudas Sabaggalet mengatakan, dari 390,20 kilometer pembangunan jalan trans Mentawai yang direncanakan, telah terbangun 142,50 kilometer, dan yang belum terbangun sepanjang 250,70 kilometer.

baca juga: 51 Positif COVID-19 Hari Ini di Sumbar, Mentawai Mengejutkan 16 Kasus

“Untuk progressnya, trans Mentawai kira-kira sudah selesai sekitar 36 persen lebih, kita targetkan sampai tahun 2022 nanti setidaknya bisa 200 kilometer lagi terbangun,” kata Yudas di Padang

Yudas menyebutkan, untuk merampungkan pembangunan jalan Trans- Mentawai yang meliputi empat pulau besar yaitu trans Siberut, Sipora, Pagai Utara, dan trans Pagai Selatan  diperkirakan membutuhkan dana yang cukup besar, sehingga harus dibantu dengan alokasi dana dari provinsi maupun pusat.

baca juga: Asrama Putri Mentawai Diresmikan, Aksi Peduli Bangsa: Semen untuk Pembangunan Asrama 100 Persen Bantuan dari Semen Padang

"Kita butuhkan dana besar tentu untuk menjangkau pembangunan di empat pulau besar, kira-kira mencapai Rp. 2,8 triliun," ujar Yudas.

Estimasi pembiayaan pembangunan jalan yang belum terbangun tersebut, kata Yudas masing-masing Rp986,7 miliar untuk peningkatan, Rp1,8 triliun untuk pembangunan baru, sehingga total pembiayaan yang dibutuhkan Rp2,8 triliun.

baca juga: Asrama Putri Mentawai yang Dibangun Semen Padang Segera Diresmikan

Berdasarkan perencanaan, jalan Trans Mentawai yang dibangun tersebut meliputi empat pulau besar Mentawai , yaitu Siberut, Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan.

Total panjang Trans Mentawai yang akan dibangun di Pulau Siberut 187,2 kilometer, Pulau Sipora 77 kilometer, Pagai Utara 63 kilometer, dan Pagai Selatan 66 kilometer.

baca juga: Guncangan Gempa Magnitudo 4,7 Tak Dirasakan Warga Mentawai

Percepatan pembangunan infrastruktur di Mentawai , untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah lain di provinsi Sumatera Barat,  kata Yudas tergolong mendesak untuk segera dilakukan. Apalagi, Mentawai termasuk dalam 122 Kabupaten tertinggal tahun 2015-2019 di Indonesia. 

Pemerintah pusat melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), kata Yudas, telah memasukkan Mentawai ke dalam 80 kabupaten tertinggal prioritas penanganan pada 2018.

“Draf prioritas percepatan pembangunan Mentawai sudah diserahkan kepada 12 kementerian dan lembaga, dan targetnya pada tahun 2018 mendatang pembangunan sudah bisa dilakukan melalui Anggaran APBN 2018," kata Yudas 

Percepatan pembangunan infrastruktur Kepulauan Mentawai , menurut Yudas terbagi dalam beberapa fokus, yakni pembangunan konektivitas jalan trans- Mentawai , pengembangan Bandara Rokot, dan pengembangan pelabuhan. Namun saat ini fokus pemerintah provinsi adalah kelanjutan pembangunan trans- Mentawai .

"Ini suatu perhatian yang sangat tinggi dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat terhadap kelanjutan pembangunan infrastruktur, terutama pambangunan trans Mentawai , tentu kita bersyukur,” Kata Yudas 

Yudas menambahkan, dengan terselesaikannya pembangunan infrastruktur jalan, maka diharapkan dapat segera mengoneksikan daerah-daerah terisolir. Dengan terbukanya akses transportasi, tentu akan menggerakkan kegiatan ekonomi dan memajukan taraf hidup masyarakat Mentawai

[Dio]

Penulis: Webtorial