PLN Targetkan 1.056 Rumah di Pessel Teraliri Listrik

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PESSEL , KLIKPOSITIF  -- PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) Rayon Painan, Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat menargetkan 1.056 rumah warga yang belum teraliri listrik di daerah itu, akan segera teraliri sampai akhir Oktober 2017 ini.

"Pada Minggu keempat Oktober 2017 ini, pemasangannya akan segera tuntas," jelas Manajer PLN Rayon Painan, Mulawarman, Kamis 26 Oktober 2017.

baca juga: Kantor dan Perumahan Bandara Rokot di Suplai Listrik, Kepala Bandara Apresiasi PLN

Menurutnya, pemasangan aliran listrik  di 1.056 rumah itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memberikan sarana penerangan pada masyarakat, dan listrik tersebut diharapkan dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang dibutuhkan.

"Memang masih ada yang belum terjangkau, tetapi diantaranya sudah mendapat pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)," terang Mulawarman.

baca juga: Gelombang Mutasi Bergulir di Pessel, 7 Camat dan 58 Kepsek SMP Diganti

Lanjutnya, untuk aliran listrik ke sebanyak 1.056 rumah warga tersebut, dinyatakan sebagai pelanggan PLN di Pessel , yang tersebar di 5 kecamatan seperti Bayang, Bayang Utara, IV Jurai, Batang Kapas dan Sutera.

"Di Bayang Utara, seperti Nagari Pancuang Taba, itu masyarakat sudah menggunakan aliran PLTMH," katanya.

baca juga: Tinjau Kebakaran Pasar Kambang, Bupati Pessel Janjikan Hal Ini untuk Pedagang

Sementara itu, khusus di Kampung Tanjung Gadang, Nagari Amping Parak Timur, Kecamatan Sutera masih menggunakan genset untuk penerangan rumah, karena sejak 2004 silam Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang telah dipasang mengalami kerusakan sejak beberapa tahun terakhir.

"Sebelumnya di tempat tersebut telah ada satu unit PLTS yang mampu memasok listrik ke sekitar 70 unit rumah," katanya.

baca juga: Kebakaran Pasar Kambang, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Ia menambahkan, semenjak dioperasikan pada 2004 silam, PLTS ini hanya berfungsi selama sembilan bulan, yang membuat masyarakat setempat akhirnya terpaksa menggunakan genset. Untuk penggunaan genset dinilai kurang efektif, karena dalam semalam bisa menghabiskan bahan bakar tiga sampai empat liter.

[Kiki Julnasri]

Penulis: Iwan R