Pakar Ekonomi Unand Sarankan Pemprov Sumbar Dirikan BUMD untuk Mewujudkan Percepatan Pembangunan

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Pakar Ekonomi Bidang Industri dan Perencanaan Pembangunan Wilayah, Firwan Tan, sangat menyayangkan pembangunan jalan tol Padang - Bukittinggi batal masuk prioritas pembangunan 5 tahun ke depan.

"Saya kira gubernur telah berpikir soal tol itu, memang secara bisnis dari pihak swasta bisa merugi. Tapi coba lihat ke sisi perekonomian, tol itu sangat bagus bagi pertumbuhan ekonomi di Sumbar ," kata Firwan Tan kepada KLIKPOSITIF , Senin, 16 Mai 2016.

baca juga: HUT ke-23, Ada Pasar Murah Sembako di Kantor Padang Ekspres

Dikatakannya, ada hal yang perlu dipahami dalam kemajuan perekomonian suatu daerah, yaitu lancarnya jalur darat, udara, dan laut. "Di Sumbar semua ini ada, tapi belum begitu bagus, terutama jalur darat. Untuk itu, sudah layak di Sumbar ini ada jalan tol . Pemerintah sebaiknya menjadikan jalan tol sebagai prioritas utama," ujarnya.

Pemprov Sumbar , kata guru besar Universitas Andalas (Unand) ini, juga tidak perlu pusing memikirkan sumber dana untuk pembangunan jalan tol di Sumbar . "Tinggal gaet investor dan semuanya akan selesai," bebernya.

baca juga: Fisik Pemain Digenjot, Pekan Depan PSKB Bukittinggi Agendakan Dua Uji Coba

Namun untuk meyakinkan investor tersebut, Firwan menyarankan agar dibentuknya BUMD atau lembaga yang khusus untuk menggaet investor agar mau berinvestasi di Sumbar , khususnya membuat jalan tol .

"Jika itu terwujud, maka percepatan pembangunan di Sumbar akan meningkat dan tentunya, berdampak baik kepada pertumbuhan ekonomi di Sumbar yang sejak satu dekade ini, sudah ketinggalan jauh dari provinsi tetangga," tuturnya.

baca juga: 15 Warga Binaan Lapas Pariaman Bebas, Tangisan Bahagia dari Keluarga Menyambut

Firwan optimis ada investor yang mau membangun jalan tol di Sumbar , karena di Sumbar , terdapat banyak destinasi wisata yang selalu ramai dikunjungi para wisatawan, terutama saat libur pekan.

Hal ini, kata dia, dapat dilihat dari jumlah wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata seperti di Bukittinggi , Pessel dan Kota Padang . Namun karena jalannya sempit, para wisatawan yang bekunjung itu sering terjebak kemacetan hingga berjam-jam lamanya.

baca juga: Komisi II DPRD Pessel Batalkan Hearing dengan Direksi PDAM, Ini Alasannya

"Harusnya kemacetan yang terjadi itu menjadi peluang bagi Sumbar untuk meyakinkan para investor agar mau membangun jalan tol di Sumbar , yaitu tol Padang - Bukittinggi yang merupkan bagian dari Trans Sumatera ," pungkas Firwan. [M.Noli Hendra]

Penulis: Riki