Pekat dan Galian C Marak, Ini yang Akan Dilakukan Pemkab Pessel

Plt Kadis Pol PP Pessel, Dailipal.
Plt Kadis Pol PP Pessel, Dailipal. (KLIKPOSITIF)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan merencanakan operasi penindakan sejumlah galian C (aktifitas tambang pasir ilegal) dan antisipasi penyakit masyarakat ( Pekat ) serta menimalisir perjudian di daerah itu.

Pelaksana Harian Kadispol PP-Damkar Pessel , Dailipal menyebut, adanya perencanaan ini terkait banyaknya laporan yang diterima dari masyarakat. Maraknya tambang yang diduga tidak mengantongi izin secara jelas, termasuk Pekat serta aktifitas judi yang seperti dibiarkan saja oleh pemerintah daerah.

baca juga: Korban Banjir di Muaro Painan dan Batangkapas Pessel Dievakuasi

"Kalau semua itu dibiarkan berlarut, dikira pemerintah tidak berbuat untuk menindak itu. Dalam waktu dekat ini akan kita lakukan secara persuasif dahulu, dengan pendekatan kepada pihak bersangkutan," terang Dailipal pada KLIKPOSITIF .

Menurutnya, dalam penindakan yang direncanakan dalam waktu dekat ini, pihaknya akan tergabung dalam tim satuan kerja (SK5), seperti Satpol PP, TNI, Polri, Kejaksaan dan Dinas Perizinan setempat.

baca juga: Warga Batangkapas Pessel Nekat Terobos Banjir

"Kalau seandainya menyangkut persoalan galian itu orang perizinan, bagaimana proses izinnya. Jika menyangkut judi, bisa diambil alih pihak kepolisian, termasuk kejaksaan yang bisa menjelaskan proses hukumnya," terangnya.

Dalam perencanaan operasi SK5 ini, Dailipal belum merinci secara jelas titik-titik mana saja wilayah yang menjadi target operasi. Namun, hal itu akan dilakukan secara menyeluruh sesuai pantauan dan laporan yang telah dikantongi pihaknya.

baca juga: Pessel Dilanda Banjir dan Jalan Terban, Akses Warga Terganggu

"Intinya semua itu sudah dalam pantauan kita, dimana-mana saja wilayah kita lihat nanti. Jika ada yang baru muncul, juga akan kita lakukan penindakan secara persuasif tadi," jelasnya.

Lanjutnya, dalam operasi SK5 ini, pihaknya tidak akan melakukan hanya sampai pada penindakan secara persuasif saja. Tapi, hal itu dilakukan untuk memantau sisi kepatuhan masyarakat terhadap ketentuan hukum yang ada. "Tidak tertutup kemungkinan akan penindakan secara tegas," pungkasnya.

baca juga: Hari Ini Kasus COVID-19 di Pessel Jadi 181, Meninggal 6 Orang

[Kiki Julnasri Priatama]

Penulis: Agusmanto