42 Orang Murid SD di Pasaman Absen Ikuti UAS

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman melansir bahwa sebanyak 42 orang murid Sekolah Dasar (SD) sederajat absen mengikuti Ujian Akhir Sekolah ( UAS ) dihari pertama ujian, Senin, 16 Mei 2016.

"Setelah kita teliti, dari 42 orang tersebut, ternyata ada 38 orang yang sudah tidak sekolah lagi. Sedangka 4 orang tidak hadir karena alasan sakit," kata Kabid Pendidikan Dasar, Budi Indrawan kepada KLIKPOSITIF .

baca juga: Subuh-subuh, Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Pasaman

Dikatakannya, puluhan siswa SD sederajat itu absen tidak ujian tersebar di sejumlah sekolah di Pasaman . Seperti SD Negeri 10 Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari misalnya.

Di sekolah itu, terdapat 10 siswa SD yang tidak ikut ujian karena sudah berhenti dari sekolah. Padahal, mereka terdaftar sebagai peserta UAS . "Namun demikian, ia berharap agar siswa yang absen itu bisa mengikuti ujian susulan pada hari Senin mendatang," ujarnya.

baca juga: Menteri KP Ingin Tingkatkan Budidaya Ikan Air Tawar di Pasaman

Budi menuturkan bahwa jumlah siswa yang absen mengikuti UAS di Pasaman , kemungkinan akan bertambah, karena masih ada satu sekolah yang belum melaporkan terkait pelaksanaan UAS , yaitu sebuah sekolah di Mapattunggul Selatan.

"Saya tidak tahu nama sekolahnya, yang pasti lokasi sekolah tersebut berada di Mapattunggul Selatan," bebernya.

baca juga: Bus Rombongan Pesta dari Pasbar Alami Kecelakaan di Pasaman, Satu Penumpang Meninggal Dunia

Dalam kesempatan itu, Budi juga mengklarifikasi jumlah peserta UAS di Kabupaten Pasaman sebanyak 5.935 seperti yang disampaikan sebelumnya.
"Ada yang salah hitung tadi, bukan 5.935, tapi totalnya 6.073 orang. Ini yang saya klarifikasi," tuturnya.

Budi menambahkan bahwa pelaksanaan UAS yang berlangsung hingga Rabu mendatang, diikuti oleh 70 sekolah SD di Pasaman dengan sistim pengawasan silang antara guru sekolah.

baca juga: Abu Janda Sebut Dirinya Enggan Masuk Surga Jika Didalamnya Ketemu UAS

"Untuk itu, kami meminta kepada semua peserta UAs agar hati-hati dalam menjawab soal-soal ujian. Jangan asal dijawab saja, karena ingin cepat selasai," katanya.

Ia juga minta kepada orangtua murid agar terus mengawasi anak-anaknya di rumah selama mengikuti UAS . "Kemudian, kami juga meminta agar para guru tidak memberikan tekanan kepada anak-anak, karena ini bisa membebaninya dalam mengikuti ujian," pungkas Budi. [Man St Pambangun]

Penulis: Riki