Banyak Titik 'Blank Spot', Ini yang Dilakukan Pemprov Sumbar

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat ( Sumbar ) berupaya mengatasi permasalahan blank spot (kawasan yang tidak terjangkau sinyal) di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Sumbar dengan cara mendirikan menara seluler atau Base Transceiver Stasion ( BTS ). 

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, untuk tahap awal sebanyak 38 BTS telah dibangun, diantaranya di Kabupaten Kepulauan Mentawai sebanyak 22 unit, Pasaman Barat 9 unit, serta Solok Selatan sebanyak 7 unit. Pembangunan itu dilakukan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) di bawah Kementerian Kominfo.

baca juga: Tujuh Personel Polda Sumbar Dipecat Tidak Hormat , Empat Diantaranya Terkait Narkoba

"Sebelumnya prioritas daerah tertinggal. Namun dalam rapat beberapa hari yang lalu di Jakarta bersama BP3TI akan dibangun pada daerah yang berstatus blank spot," ujar Wagub Nasrul Abit saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 15 November 2017.

Nasrul Abit menyebutkan, selain daerah 3T masih ada beberapa daerah yang masih berstatus blank spot yakni Kabupaten Solok, Sijunjung, Pesisir Selatan dan Kota Sawahlunto.

baca juga: Terima Perintah Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Covid-19, Polda Sumbar Bentuk Tim

"Kami minta tidak hanya di daerah 3T saja, sebab di luar daerah itu masih ada beberapa daerah lain yang masih blank spot," jelasnya.

Menurutnya, sebagian kabupaten dan kota walaupun sudah terlepas dari status tertinggal, akan tetapi masih ada kecamatan atau nagari masih belum tersentuh jaringan telekomunikasi, sehingga masyarakat sering mengeluh karena daerahnya tidak mendapatkan informasi terkini, bahkan untuk berkomunikasi juga tidak bisa.

baca juga: Usai Jabat Dua OPD di Pessel, Ahda Yanuar Kembali ke Pemprov

"Jadi pihak BP3TI sangat menyambut baik dan merespon permintaan dari Sumbar untuk menangani masalah blank spot di Sumbar agar dapat bersaing secara baik menghadapi tantangan globalisasi saat ini

[Joni Abdul Kasir]

baca juga: Soal Masyarakat yang Tak Mau Divaksin Covid-19, Ini Kata Ketua MUI

Penulis: Iwan R