PTKI Miliki 52 Jurnal Terakreditasi Ruang Publikasi, 1.040 Artikel Dosen

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -- Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama akan membuka layanan klinik jurnal pada ajang Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2017. AICIS ini sendiri menjadi salah satu event pada International Islamic Education Expo (IIEE) 2017 yang digelar di ICE BSD, Serpong.

Ketua Panitia AICIS Mamat S Burhanuddin mengatakan, layanan klinik jurnal disiapkan untuk menjembatani para akademisi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk mengoptimalkan publikasi hasil penelitian dan karya ilmiah mereka. Apalagi, saat ini PTKI memiliki 52 jurnal yang sudah terakreditasi dan bisa menjadi ruang publikasi setidaknya untuk 1.040 artikel dalam setiap tahunnya.

baca juga: Kemenkes Terbitkan SE, Biaya RT-PCR Hasil Cepat Tidak Boleh Lampaui Tarif Tertinggi

Menurutnya, klinik jurnal akan menjadi media pertemuan antara penulis dengan pengelola jurnal . “Klinik ini juga menjadi ajang diskusi meningkatkan status akreditasi jurnal ; dari yang belum menuju terakreditasi, dari yang terakreditasi menuju internasional bereputasi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (16/11).

Klinik jurnal akan dibuka selama gelaran AICIS, 21 – 24 November 2017. Proses klinik jurnal akan dilakukan secara terjadwal dan bergantian. Bagi para dosen yang akan bertransaksi artikel dengan pengelola jurnal , agar registrasi terlebih dahulu dengan klik: Pendaftaran Klinik Artikel Jurnal .

baca juga: Menkeu: Ekonomi Syariah Bantu Pulihkan Dampak Pandemi

Selain klinik jurnal , AICIS kali ini juga didesain untuk mengantarkan karya-karya para akademisi PTKI se-Indonesia yang mempresentasikan artikelnya agar bisa dipublikasikan pada jurnal -jurnal internasional bereputasi, atau minimal jurnal nasional terakreditasi. Untuk itu, Diktis menghadirkan para pengelola jurnal nasional terakreditasi agar bisa bertemu langsung dengan para penulis.

Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat M. Zain menambahkan jurnal ilmiah menjadi pintu memperkenalkan pemikiran para cendekiawan dan intelektual ke dunia. "Kehadiran pengelola jurnal ke forum ini adalah sebuah keharusan, dan sekaligus menunjukkan bahwa negara juga hadir di tengah-tengah para akademisi," ujarnya. (*)

baca juga: Soal Ancaman Covid-19 Varian Omnicron, Ini Kata Jokowi

Sumber: Kemenag

Penulis: Eko Fajri