Merasa Difitnah di Medsos, Walikota Bukittinggi Berencana Tempuh Jalur Hukum

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias (bukittinggi.go.id)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Walikota Bukittinggi , Ramlan Nurmatias kembali angkat bicara terkait isu miring yang menerpanya pasca kebakaran Pasar Ateh dan Pasar Grosir Aur Kuning di jagad media sosial. Sebut Ramlan, dia merasa terganggu dan menyebut isu tersebut tak benar dan menjurus ke fitnah.

"Namanya isu , orang kan gampang bicara, tapi tak bertanggung jawab. Seperti Agung Podomoro misalnya, apa itu? Kita tak pernah mengajukan apapun," ucap Ramlan, Senin (20/11).

baca juga: Polisi Tangkap Tiga Orang Terkait Video Viral Emak-emak Gunting Kain Mirip Bendera Indonesia

Kata Ramlan, dia mensinyalir ada yang tak senang dengan kemajuan kota Bukittinggi di bawah kepemimpinannya. "Ada kelompok-kelompok dan saya sudah tahu kelompok yang kerjanya mancari karuah," sambung Ramlan kesal.

Ramlan menyebut, sampai sekarang dia masih menahan diri dan mencoba menjelaskan jika isu -isu tersebut sama sekali tak benar. "Jika masih bertebaran, saya pertimbangkan menempuh jalur hukum. Undang-undang ITE itu ada dan 4 tahun ancaman hukumannya," kata Ramlan.

baca juga: Viral, Wanita Ini Gunting Kain Mirip Bendera Indonesia

Dia pun menjelaskan, bahwasanya sebagai Walikota, dia sama sekali tak anti kritik, hanya saja kritik dengan hal membangun bukan menjurus fitnah. "Dalam hal apapun saya terbuka, saya tak ada rahasia, termasuk kepada wartawan. Malah saya tantang wartawan menanyakan apapun, tanyalah semua, tak ada masalah," lanjutnya kepada KLIKPOSITIF .

Sebelumnya, pasca kebakaran Pasa Ateh dan Pasar Grosir Aur Kuning, Ramlan diterpa isu miring seperti kebakaran itu disengaja maupun Tanah Tambuo Aur akan dibangun pengembang menjadi ribuan petak toko. Malahan, isu tersebut kian meluas di media sosial pasca kebakaran di Pasar Aur Kuning.

baca juga: Beredar Video Penyegelan Diduga Kediaman Pribadi Wabup Solok

[Hattar Rizal]

Penulis: Agusmanto