Guru SMPN 23 Solok Selatan Pindah Massal, Murid Terlantar

Jalan menuju SMPN 23 Solsel
Jalan menuju SMPN 23 Solsel (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Mirisnya dunia pendidikan dirasakan orang tua murid dan para siswa SMPN 23 Solok Selatan yang terletak di Kanagarian Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan . Persoalannya, guru di sekolah tersebut berebut pindah mengajar kesekolah lain.

Akibat banyaknya guru yang pindah, kini hanya tinggal 4 guru saja yang tersisa, jumlah itupun sudah termasuk kepala sekolah.

baca juga: Berawal dari Jalan Kebun Kopi, Puncak BRJ Jadi Destinasi Wisata dan Kuliner di Solsel

"Sebelumnya guru yang berstatus PNS di SMPN 23 Solok Selatan berjumlah 14 orang. Namun karena guru -guru pindah secara massal, kini hanya tinggal 4 orang," ungkap Edison, tokoh masyarakat setempat saat dihubungi KLIKPOSITIF , Selasa 28 November 2017.

Edison menjelaskan, saat ini sekolah tersebut kekurangan 4 orang guru bidang studi yakni IPS, Panjaskes, Bahasa Inggris dan BAM. Padahal di sekolah itu terdapat 70 murid yang wajib mendapatkan ilmu pengetahuan.

baca juga: Tujuh dari Sembilan Pasien Positif COVID-19 Solsel Sembuh, Novirman: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Dia merasa janggal dengan proses perpindahan tersebut dan mempertanyakan apakah Dinas Pendidikan tidak mempertimbangkan dampak terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar. "Ini juga akan berdampak kepada murid SMPN 23 Solok Selatan , karena mereka akan tertinggal dari sekolah lain di Solok Selatan ini," katanya.

Edison yang juga selaku wali murid menuntut Dinas Pendidikan Solok Selatan untuk mengembalikan guru -guru yang pindah karena sampai saat ini belum ada penggantinya.

baca juga: Diisolasi Hampir Dua Bulan, Seorang Nenek di Solsel Dinyatakan Sembuh dari COVID-19

"Kami menduga telah terjadi praktek korupsi berupa penyuapan sehingga tenaga pengajar di SMPN 23 Solok Selatan dapat pindah dengan mudah," duganya.

Kecurigaan itu semakin menguat setelah 5 orang guru dapat pindah secara bersamaan dari SMPN 23 Solok Selatan tanpa ada guru pengganti.

baca juga: Perkuat Aset Daerah, Pemkab Solsel Jalin Kerja Sama dengan KPN

"Kami meminta kepolisian untuk mengusut dugaan kesejangan ini. Ada apa ini, perlu dipertanyakan," ulasnya.

Sementara warga lain, Tono (30) saat ditemui di sela-sela kegiatan KKI Warsi di Solok Selatan mengatakan selain persoalan guru , akses menuju sekolah tersebut juga tidak layak.

Jalan yang dilewati hanya jalan tanah tanpa pengerasan. Jika musim hujan maka sangat sulit dilalui. Kemungkinan alasan itu yang membuat para guru tersebut pindah massal.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Solok Selatan Yulian Efi ketika dikonfirmasi KLIKPOSITIF mengaku belum mendapat kabar tersebut. Namun ia berjanji akan turun ke lapangan secepatnya untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Iwan R