Seperti Ini Suasana Malam Pertama Payakumbuh Botuang Festival

Suasana malam Payakumbuh Botuang Festival
Suasana malam Payakumbuh Botuang Festival (Dokumentasi Panitia Pelaksana)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -- Malam pertama puncak Payakumbuh Botuang Festival 2017 dibanjiri pengunjung. Beberapa aksi penampil di malam pertama PBF 2017 pukau penonton yang hadir sambil menikmati suasana malam di Puncak Panorama Ampangan, Kelurahan Kapalo Koto Ampangan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Jumat 1 Desember 2017.

Membuka penampilan malam puncak PBF 2017, Minangapentagong kolaborasi dengan Bundo Kanduang yang memainkan Sikatuntuang sukses menghipnotis malam di Puncak Panorama Ampangan.

baca juga: Kapolres Payakumbuh: Operasi Zebra Singgalang 2020 Untuk Pendisiplinan Masyarakat Berkendara

Selain Minangapentagong, juga dimeriahkan dengan penampilan komposer Taufik Adam yang memainkan komposisi musik yang berjudul Return to Bilah.

Kemudian Ranah Performing Arts Company dari Padang juga hibur pengunjung yang sejak sore memadati Kawasan Panorama Ampangan.

baca juga: Tetap Layani Warga Saat Pandemi, BPJS Kesehatan Payakumbuh Maksimalkan Layanan PANDAWA

Pertunjukkan teater berjudul Mite Kudeta dari Ranah PAC hadirkan sensasi menonton pertunjukkan luar biasa. Tidak hanya musik dan teater, PBF 2017 dihari pertama ini juga menyuguhkan kolaborasi seni sastra bersama penyair Nasional asal Payakumbuh yaitu Iyut Fitra yang berkolaborasi dengan orkestra Minangapentagong.

Puisi berjudul Bedil-bedil Betung menjadi andalan Iyut Fitra yang berpuisi diiringi orkestra. Selain Iyut Fitra, juga hadir penyair Sosiawan Leak, pertunjukkan tari dari Ali Syukri, dan komposisi musik Sirompak dari La Paloma.

baca juga: Investor Korea Akan Bangun Hotel Berbintang di Payakumbuh

Event Payakumbuh Botuang Festival 2017 ini sendiri dibuka langsung oleh Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz didampingi Ketua Komisi V DPRD Sumbar Supardi dan Wakil Ketua DPRD Payakumbuh Wilman Singkuan serta Kepala Taman Budaya Sumbar Muasri.

Erwin Yunaz mengatakan dirinya mengapresiasi ide kreatif dari seniman Payakumbuh yang telah berinisiatif dalam mengangkat festival bertemakan Botuang atau bambu ini. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini sendiri diharapkan dapat menjadi industri kreatif masyarakat yang mungkin selama ini masih belum berkembang.

baca juga: Wali Kota Payakumbuh Lantik Tiga Kepala Dinas

"Selama ini bambu dianggap hanya jadi pelengkap penderita, tapi bagi insan seni bambu ini dapat memiliki potensi lain yang dieksplorasi menjadi sebuah festival. Kami sangat mengapresiasi ide yang diwujudkan dalam kegiatan ini," ujar Erwin Yunaz.

Ia berharap kegiatan ini nantinya juga dapat menjadi ciri khas bagi Payakumbuh karena seperti yang disampaikan Direktur Festival Andra Nova bahwa festival bambu ini perdana digelar di Indonesia, sehingga ke depan ia akan berupaya untuk mengembangkan industri pengolahan botuang ini khususnya di Kampung Pengrajin Bambu, Nagari Ampangan.

"Semoga masyarakat dapat menikmati pertunjukkan Payakumbuh Botuang Festival ini dan mengambil ide gagasan Botuang ini untuk dapat dimanfaatkan menjadi sebuah industri kreatif yang tentunya akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat," kata Wakil Walikota Payakumbuh dalam press conference yang juga dihadiri beberapa peninjau dari 16 Negara dan 15 provinsi di Indonesia ini.

Untuk Sabtu 2 Desember 2017 akan dimeriahkan dengan penampilan dari Riau Rhtyhm Chambers Indonesia (RRCI), Talago Buni, Sambasunda dan IPe Band yang tidak lain adalah band dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Abdallah Razik Rahman, tim kreatif PBF 2017 mengatakan selain pertunjukkan musik juga akan ada penampilan puisi dari Penyair Irmansyah dan Isbedy Setiawan ZS.

"Puncaknya adalah penampilan artis jazz Citra Scholastika dan penerbangan layang-layang di malam hari," ujar Rahman didampingi Yusra Maiza. 

[Ade Suhendra]

Penulis: Iwan R