Silek Bagoluk Lunau Pukau Peninjau dari 16 Negara

Silek Bagoluk Lunau Hibur Peninjau dari Luar Negeri yang hadir pada Payakumbuh Botuang Festival dihari kedua.
Silek Bagoluk Lunau Hibur Peninjau dari Luar Negeri yang hadir pada Payakumbuh Botuang Festival dihari kedua. (Yazid Albistami)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -- Bertempat di Kelurahan Kapalo Koto Ampangan, empat pesilat Bagoluk Lunau Pukau puluhan peninjau yang hadir pada Payakumbuh Botuang Festival, Sabtu 2 Desember 2017. Para peninjau ini tidak hanya berasal dari Sumatra Barat tapi juga daerah lain seperti Pekanbaru, Bandung, Yogyakarta, dan 15 provinsi lain di Indonesia.

Selain itu juga hadir peninjau dari 16 negara, salah satunya Jacob yang berasal dari Ceko. Saat ditemui usai menyaksikan penampilan Silek Bagoluk Lunau dari Bengkel Seni Minanga Center Payakumbuh , ia sangat kagum melihat tradisi Minangkabau yang kaya akan nilai-nilai budaya.

baca juga: Pemko Payakumbuh Targetkan Vaksinasi Terhadap 1.000 Warga Per Hari

"Ini pertunjukkan yang sangat luar biasa dan penampilannya sangat bagus. Sumatra Barat kaya akan nilai-nilai budaya dan saya sangat suka," ujar Jacob.

Kemudian untuk radisi makan Bajamba dirinya mengaku sangat senang bisa makan bersama dengan orang banyak. Makanannya pun dikatakannya juga sangat enak dan bumbunya juga enak.

baca juga: Siswa SMA Islam Boarding School Raudhatul Jannah Raih Emas Popda Sumbar

"Saya sangat suka makanan Sumatra Barat meskipun cukup pedas. Tapi saya suka sekali makanan Indonesia," ujar Jacob usai menyantap makanan di pinggir sawah di Kapalo Koto Ampangan.

Selain Jacob, juga hadir Nusaybah Brazzo dari Inggris yang mengapresiasi penampilan Silek Bagoluk Lunau dan Makan Bajamba. Meskipun bukan pertama kali menyaksikan pertunjukkan ini, tapi ia sangat kagum melihat Silek yang berasal dari Sumatra Barat ini.

baca juga: Persiapan Untuk Arungi Liga 3, Gasliko Seleksi Seratusan Pemain

"Saya sangat suka Indonesia, khususnya Sumatra Barat yang memiliki keindahan alam, makanannya, dan budayanya. Saya sangat suka sekali dengan iven ini. Tapi yang cukup membuat waktu tersita adalah pidato yang sangat banyak dan lama. Sehingga penonton atau penampil saya lihat cukup lelah. Secara keseluruhan saya sangat menikmati acara Payakumbuh Botuang Festival ini," ujar Nusaybah.

Sementara itu, Andi Mardelim yang merupakan koreografer Bengkel Seni Minanga Center menjelaskan bahwa penampilan Silek Bagoluk Lunau ini berasal dari Silek Tuo yang dimainkan di tempat yang berbeda yaitu di sawah. Silek Bagoluk Lunau ini sendiri dimainkan oleh empat anak nagori Payakumbuh yaitu Aji Perdana, M. Farid Yonaf, Shobry Dayulisman, dan Dio Reza Fahlevy.

baca juga: Dorong UMKM Bangun Brand Bersama, Menkop UKM Contohkan Produksi Rendang di Payakumbuh

"Silek Bagoluk Lunau ini merupakan kearifan lokal yang mengangkat Tradisi Silek Tuo yang dimainkan di sawah dalam rangka memeriahkan pasca panen selesai," kata Andi.

Andi mengatakan gerakan Silek Tuo ini merupakan gerakan untuk menjaga diri dari lawan. Silek Bagoluk Lunau ini disuguhkan dengan aksi-aksi Stralak Silek Tradisional.

"Selain itu juga ada aksi bamain api yang menjadi salah satu atraksi dalam Silek Bagoluk Lunau ini," ujar Andi usai pertunjukkan yang dilanjutkan dengan makan Bajamba di pinggir sawah.

Sebelum Silek Bagoluk Lunau ini, juga dimeriahkan dengan Manjujuang Dulang yang akan digunakan untuk Makan Bajamba. Dimana satu dulang ini dapat dinikmati 10 orang. Kemudian tidak lupa juga aksi permainan anak nagori Luak Limopuluah yaitu terbang itik.

[Ade Suhendra]

Penulis: Rezka Delpiera