Berkas Suami Istri Bapaslon Wako Padang Mulai Diperiksa

Pertugas KPU Padang Melakukan Pemeriksaan Faktual Data Administrasi Pasangan Suami Istri Bapaslon Wako Padang
Pertugas KPU Padang Melakukan Pemeriksaan Faktual Data Administrasi Pasangan Suami Istri Bapaslon Wako Padang (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Komisi Pemilihan Umum Kota Padang mulai memeriksa berkas administrasi bakal pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota yang maju perorangan.

Pemeriksaan secara faktual itu dilakukan oleh 35 petugas KPU Padang di kantor KPU, Kecamatan Kuranji, Senin 4 Desember 2017.

baca juga: Golkar Sumbar: Koalisi Poros Baru Buka Pendaftaran Pasangan Bacalon Gubernur Besok

Berkas yang diperiksa yakni pasangan Syamsuar Syam -Misliza, mereka adalah pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota yang maju melalui jalur perseroangan.

Baca Juga:  Pasangan Suami Istri Ini Maju pada Pilkada Padang melalui Jalur Perseorangan

baca juga: Dituding Tidak Profesional, Ini Kata KPU dan Bawaslu Solsel

"Pemeriksaan dilakukan dengan pencocokan kesesuaian nomor induk kependudukan (NIK), nama, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir, serta alamat pendukung pada formulir B1.KWK perseorangan dengan lampiran fotocopy kartu tanda penduduk," kata Ketua Divisi Teknis KPU Padang, Chandra Eka Putra.

Hari ini kata dia pemeriksaan dilakukan hingga pukul 16:00 WIB tadi, dan untuk data pendukung yang telah diperiksa adalah yang berasal dari Padang Barat, Padang Timur, Koto Tangah, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung dan Pauh.

baca juga: Pleno KPU Pessel: 10.105 Dukungan Fakhrizal-Genius Umur Dinyatakan TMS

"Hari ini, pendukung pasangan tersebut dari 7 Kecamatan sudah kami periksa," ucapnya.

Menurutnya, pemeriksaan secara faktual itu dilakukan untuk memastikan kebenaran administrasi pendukung pasangan calon tersebut. "Jika tidak sesuai, maka bukti dukungan itu akan dicoret atau masuk kategori tidak memenuhi syarat (TMS)," terang Chandra.

baca juga: Sebanyak 2.387 Dukungan untuk Fahrizal-Genius Tidak Memenuhi Syarat di Pariaman

Selain itu, data yang ada di formulir B1.KWK, harus sesuai dengan daftar pemilih tetap (DPT) pada pemilihan umum (pemilu) atau pemilihan terakhir, atau daftar penduduk potensial pemilih.

"Kesesuaian alamat pendukung dengan daerah pemilihan serta wilayah administrasi PPS, syarat usia dan status perkawinan juga diverifikasi. Terakhir dugaan dukungan ganda," jelasnya kemudian.

Proses verifikasi tersebut akan digelar hingga 8 Desember mendatang. Proses verifikasi juga disaksikan oleh dua orang petugas dari panwaslu.

[Cecep Jambak]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa