Pemerintah Incar Penunggak Pajak Mobil Mewah di Sumbar

Ilustrasi
Ilustrasi (Viva)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berencana untuk merazia mobil-mobil mewah yang ada di daerah itu. Sebab, informasinya banyak mobil mewah di Sumbar yang tidak membayar pajak .

"Benar, kami akan menyasar semua mobil mewah yang tidak membayar pajak . Lucu kan? Mobil mewah terbeli, tapi pajak tidak mau bayar," kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Sumbar , Zaenuddin, Rabu (6/12).

baca juga: Putus Mata Rantai Covid-19, Bupati Solsel: Satu Bulan Kedepan Vaksin Harus Tuntas

Ia mengatakan, mobil wajib pajak yang dinyatakan mewah apabila pajak kendaraan tersebut diatas Rp4 juta per tahun. Dengan nilai itu, maka rata-rata untuk jenis Toyota Fortuner, serta jenis sedan dan kelasnya ke atas tergolong mobil mewah .

Untuk memastikan razia tersebut berjalan lancar, BPKD Sumbar akan menggandeng sejumlah lembaga yang berkaitan dengan objek pajak tersebut, diantaranya tentu pihak kepolisian.

baca juga: Wawako Payakumbuh Motivasi Atlet Kempo Sumbar Jelang Tampil di PON

"Jika memang nanti ada yang keberatan, kita akan bentuk tim yang berisikan berbagai elemen keamanan di dalamnya, seperti kepolisian," sebut dia.

Sementara itu di sisi lain, menurut catatan realisasi penerimaan daerah pajak kendaraan bermotor Sumbar cukup baik. Buktinya dari Januari hingga Oktober, realisasi pajak daerah telah mencapai 111, 84 persen.

baca juga: Dinkes Solsel Sebut Vaksin Diperlukan untuk Membentuk Kekebalan Kelompok Terhadap Virus Covid-19

"Dari target Rp497, 471 miliar yang ditargetkan ke kami, sampai oktober ini sudah terealisasi Rp556, 378 miliar. Artinya telah tercapai 111, 89 persen dari target yang diberikan," ungkap Zaenuddin.

Hingga Oktober, dari target penerimaan pajak kendaraan bermotor baru tahun ini sebesar Rp46, 753 miliar sudah terealisasi Rp 49, 267 miliar.

baca juga: Mau Hapus Atau Nonaktifkan NPWP? Begini Syarat dan Caranya

Sedangan dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor baru dari target Rp281, 1000 miliar, terealisasi Rp320, 804 miliar. Penerimaan dari daftar ulang pajak kendaraan bermotor (PKB) dari target Rp159, 172 miliar, terealisasi Rp174, 717 miliar.

Untuk BBNKB daftar ulang dari target Rp2, 021 miliar terealisasi Rp2,355 miliar. Kemudian penerimaan dari PKB non Nomor Polisi Sumbar dari target Rp6, 802 miliar, terealisasi Rp7, 323 miliar dan BBNKB non BA dari target Rp1, 622 miliar, realisasi Rp1, 820 miliar.

Lalu khusus untuk penerimaan dari pajak alat berat terealisasi Rp89. 174.400.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa