Cegah Penyakit Kekurangan Yodium, Pemprov Sumbar Rancang Regulasi Khusus

Sidang paripurna di DPRD Sumbar
Sidang paripurna di DPRD Sumbar (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Provinsi Sumbar mencatat, sebanyak 30 persen masyarakat di daerah itu mengidap penyakit akibat kekurangan Yodium . Terkait dengan itu, pemerintah menilai untuk penanganan perlu dilakukan dengan regulasi khusus.

Sekretaris Daerah Sumbar , Ali Asmar mengatakan, kekurangan yodium masih banyak dialami masyarakat di kabupaten kota di Sumbar . Regulasi tersebut nantinya akan dimuat dalam Peraturan Daerah Sumatera Barat.

baca juga: DPRD Sumbar Minta Direksi PT Grafika Jaya Sumbar Tak Intimidasi Karyawan

"Menurut hasil survei masih banyak terjadi pada sejumlah kabupaten/kota di Sambar. Sureve nya tergolong tinggi, 30 persen. Untuk itu harus lahir sebuah regulasi yang tepat guna mengakomodir permasalahan ini," katanya pada sidang paripurna DPRD tentang rancangan peraturan daerah (Ranperda) penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), Kamis 7 Desember, di gedung DPRD Sumbar .

Menurutnya Ranperda ini diproyeksikan untuk meningkatkan kualitas garam beryodium. Salah satu upaya adalah melakukan pembinaan terhadap petani garam, melakukan pembinaan penggunaan garam beryodium terhadap masyarakat serta melakukan pengawasan terhadap produksi dan peredaran garam di pasaran.

baca juga: DPRD Pessel Sebut Penghentian Gedung Baru RSUD Painan Tidak Bisa Sepihak

Ditambah lagi kekurangan yodium akan berdampak buruk kepada kesehatan masyarakat. Sehingga, penanggulangan merupakan upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara merata, dengan cara meningkatkan pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan.

"Penanggulangan berbanding lurus dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pembinaan promotif dan preventif dalam jangka 20 tahun," tutur dia.

baca juga: Kasus COVID-19 di Agam Bertambah 2 Pasien

Penggunaan garam beryodium sangat penting bagi kesehatan terutama kesehatan masyarakat, serta kecerdasan otak manusia.

"Kekurangan yodium mengakibatkan penyakit gondok, keterbelakangan mental, bayi lahir cacat, anak kurang cerdas, keguguran pada ibu hamil, dan lain-lain," ulas Ali Asmar.

baca juga: Seorang Pasien Positif COVID-19 Meninggal di RSAM

Pengajuan Ranperda penanggulangan gangguan akibat kekurangan yudium di usulkan bersamaan dengan dua Ranperda lainya, yakni Ranperda pengelolaan barang milik daerah, Ranperda perubahan kedua atas peraturan daerah nomor 1 tahun 2011 tentang retribusi jasa umum. Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar , Arkadius dt Intan Bano.

[Cecep Jambak]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa