Ethiopia Belajar Pengembangan Kelistrikan ke Indonesia

Seleshi Bekele
Seleshi Bekele (Youtube)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Negara Ethiopia mengapresiasi perkembangan kelistrikan Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Seleshi Bekele Menteri Air, Irigasi dan Ketenagalistrikan Ethiopia yang berkunjung ke Indonesia sejak Senin lalu.

Dalam kunjungannya itu, Seleshi mengaku kedatangannya untuk menggali informasi langkah-langkah sukses Indonesia dalam meningkatkan percepatan rasio elektrifikasi.

baca juga: Volkswagen Buat Mobil Listrik Kecil \"Small BEV\"

"Hal ini sesuai dengan program Pemerintah Ethiopia yang saat ini tengah melakukan restrukturisasi sektor kelistrikan dengan berfokus untuk meningkatkan rasio elektrifikasi," katanya.

Menanggapi hal itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ), Ignasius Jonan mengatakan, niat Ethiopia itu sejalan dengan fokus pemerintah yang saat ini sedang fokus pada peningkatan rasio elektrifikasi, mulai dari pembangunan pembangkit, perluasan jaringan PT PLN, pembangunan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) off grid, serta program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).

baca juga: Tebar Energi Optimisme pada Mahasiswa, PLN Jadi Pemateri pada Study Ekskursi FT Unand

"Saat ini rasio elektrifikasi Indonesia mencapai 93,5% dengan kapasitas pembangkit listrik nasional sebesar 60,1 Giga Watt (GW) atau naik 7,1 GW dalam tiga tahun terakhir dibanding tahun 2014 yang sebesar 53 GW," jelas Jonan.

Sementara untuk Pembangkit yang bersumber dari EBT, Menteri menerangkan bahwa Sejak awal tahun 2017 hingga saat ini, 1.186 megawatt (MW) pembangkit listrik yang energi primernya bersumber dari EBT telah ditandatangani.

baca juga: Ini Cara Hindari Korsleting Listrik di Rumah Anda

"Hingga akhir tahun, kapasitasnya diharapkan mencapai 1.500 MW," tutur Jonan.

Sedangkan di Ethiopia sendiri saat ini memiliki tingkat rasio elektrifikasi sebesar 30%, dengan tingkat akses on-grid sekitar 20 persen dan tingkat akses off-grid sekitar 10 persen dengan jumlah penduduk 100 juta orang.

baca juga: Tagihan Listrik Melonjak? Coba Cara Ini untuk Hemat Listrik Anda

Sesuai dengan Program Elektrifikasi, Ethiopia memiliki visi untuk meningkatkan rasio elektrifikasi 100% pada tahun 2025.

"Kemungkinan kami akan mengirimkan tenaga ahli Indonesia untuk ikut melihat secara langsung kondisi listrik di Ethopia, termasuk potensi pengembangannya, khususnya untuk pembangkit EBT," ucap Jonan.

Selain itu, Menteri ESDM juga menawarkan bantuan teknis terkait penyusunan kontrak jual beli listrik dengan pihak swasta.

Sebagai informasi, Ethiopia memiliki potensi energi yang kuat di kawasan Sub-Saharan African yang bersumber dari energi baru terbarukan, khususnya hydro power, energi surya, angin, dan panas bumi.

Potensi energi terbarukan di Ethiopia mencapai 60.000 MW. Negara itu merupakan salah satu dari sedikit negara di kawasan Sub-Saharan African, yang semua pembangkitan listriknya dihasilkan (sekitar 4.300 MW) dari sumber daya energi baru terbarukan, sebagian besar berasal dari hydro power.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa