Sebanyak 110 Juta Kartu Prabayar Sudah Teregistrasi di Kominfo

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Kementerian Komunikasi dan Informasi mencatat, sejak ditetapkan Oktober lalu, hingga kini jumlah kartu prabayar yang teregistrasi telah mencapai 110 juta lebih.

Data itu sesuai pemantauan real time pada Rabu 20 Desember 2017 pukul 09.51 WIB.

baca juga: Ingat Jangan Sembarangan Unggah Sertifikat Vaksin Covid-19 di Medsos, Ini Alasannya

Menteri Kominfo Rudiantara menekankan kebijakan registrasi ulang prabayar ditujukan untuk menyehatkan industri telekomunikasi.

"Kami ingin industri ini lebih sehat. Ada behaviour pelanggan yang maunya murah, sementara dari operator juga ada yang ingin entertaint ini semua, akibatnya muncul tidak efisien dalam hal SIM Card," katanya.

baca juga: Komite Etika Berinternet, Komite Baru Bentukan Kominfo

Terkait jumlah tersebut, Kominfo mengapresiasi dukungan masyarakat atas kebijakan itu.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli mengatakan setelah adanya registrasi tersebut pemerintah akan tahu pasti jumlah kartu prabayar yang aktif.

baca juga: Pemerintah Terapkan Strategi Hilir-Hulu Digitalisasi Indonesia

"Jadi ini akan menyehatkan data operator," katanya.

Di sisi lain, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) berpendapat bahwa setelah adanya registrasi tersebut jumlah pemakaian kartu prabayar akan berkurang.

baca juga: Aplikasi Clubhouse Terancam Diblokir Kominfo

Sebab, secara merinci, pengguna kartu telepon prabayar hanya akan menregistrasikan kartu yang ia pakai.

"Dalam artian, yang didaftarkan adalah kartu yang aktif dan sering dipakai," sebut Ketua Umum ATSI Merza Fachys kemudian.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa