Peningkatan Kualitas Pekerja Migran di Sektor Formal Jadi Tantangan 2018

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -- Peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia semestinya terus diperbaiki, persoalan ini menjadi tanggung jawab pemerintah. Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi mengatakan secara bertahap akan terjadi pergeseran pekerja migran Indonesia dari sektor informal ke sektor formal.

Dia juga mengungkapkan, pemerintah seyogyanya melakukan perbaikan secara terus menerus terhadap kualitas pekerja migran Indonesia atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Dia juga mengatakan, pemerintah memiliki tantangan untuk meningkatkan penempatan pekerja migran di sektor formal, dan secara bertahap pemerintah sebaiknya menghentikan pengiriman pekerja migran pada sektor informal.

baca juga: Warga Sungai Patai Tanah Datar Bangun Masjid Secara Gotong Rotong, Gubernur: Contoh Bagi Daerah Lain di Sumbar

“Penurunan juga terjadi pada komposisi pekerja migran pada sektor formal. Penurunan komposisi pekerja yang bekerja sektor formal, tentunya akan menjadi tantangan bagi pemerintah sehubungan dengan upaya untuk terus mendorong peningkatan penempatan pekerja migran di sektor formal,” kata Dede akhir-akhir ini dalam keterangan tertulisnya terkait evaluasi akhir tahun 2017 terhadap Dinamika Pekerja Migran Indonesia.

Politikus dari Fraksi Demokrat ini menjelaskan, tantangan di atas akan semakin besar bila melihat latar belakang pendidikan para pekerja migran Indonesia. Dia mengutip data dari BNP2TKI yang menunjukkan bahwa dari total 238.467 pekerja migran yang ditempatkan hingga November 2017, sebanyak 70 persen berpendidikan SD – SMP, 27 persen SMU, dan 3 persen Diploma sampai S1.

baca juga: Lima Pimpinan KPK Diminta Segera Cabut SK Terkait Pegawai KPK Gagal Jadi ASN

Karena itu, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini meminta, agar pemerintah melakukan perbaikan secara terus menerus terhadap kualitas pekerja . “Hal ini perlu dan penting dilakukan mengingat pekerja migran Indonesia yang bekerja pada sektor informal yang paling banyak menghadapi masalah,” papar dia. (*)

Sumber: dpr.go.id

baca juga: Kasus Kerumunan Megamendung, Ini Tuntutan JPU Terhadap Habib Rizieq Shihab

Penulis: Eko Fajri