Kontrol Harga, Bulog Sumbar Sediakan 12 Ton Beras Selama Operasi Pasar

Ilustrasi
Ilustrasi (Media Indonesia)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemerintah bekerjasama dengan Bulog untuk mengontrol harga beras di pasaran, jelang panen raya bulan Maret mendatang.

Untuk di Sumatera Barat, program yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan dan pemerintah daerah itu digelar di dua kota, yakni Padang dan Bukittinggi.

baca juga: Dalam Masa Pandemi, 10 Ribu Orang Akan Berkumpul Saat HUT Kota Padang

Operasi pasar di Padang terpusat di Pasar Raya Padang, Pasar Lubuk Buaya, Pasar Alai dan Nanggalo, sedangkan di Kota Bukittinggi di Pusatkan di Pasar Bawah.

Dalam program tersebut, Kepala Bidang Kabid Pengadaan Operasional Pelayanan Publik (POPP) Bulog Sumbar , Laswendri menyatakan, pihaknya menyediakan 12 ton beras .

baca juga: Bantu Atasi Krisis Darah, Dinas Perdagangan Adakan Kegiatan Donor Darah

Baca Juga:  Kemendag: Harga Beras Kembali Stabil Bulan Maret

"Untuk itu, operasi pasar kali ini diharapkan dapat menstabilkan harga beras di pasaran, khususnya beras medium," katanya.

baca juga: PMI Padang Krisis Darah Selama Pandemi

Ditambahkannya, komoditi beras menjadi salah satu perhatian pemerintah, karena beras merupakan salah satu kebutuhan strategis.

"Stok kita di Sumbar cukup. Bahkan, pada operasi pasar ini kita gelontorkan semuanya. Baik itu kepada mitra Bulog , pedagang dan tentu masyarakat," pungkasnya.

baca juga: Meski Tatap Muka Ditiadakan, Para Guru di Pessel Tetap Masuk Sekolah

Selain itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan Satuan Tugas (Satgas) Pangan terus melakukan pemantauan dilapangan dalam meninjau harga dan ketersedian beras .

"Untuk itu dapat dikatakan harga di pasaran maupun ketersedian aman sebab ada Satgas Pangan yang terus melakukan peninjauan ke pedagang dan pasaran," ulasnya.

Saat Tim Stabilisasi Harga memantau Harga di Pasar Raya Padang ditemukan, pedagang menjual harga beras kualitas medium dengan harga Rp10.500/kilogram.

Pedagang terpaksa menjual dengan harga tersebut karena juga dibeli dengan harga tinggi yakni Rp9.500/kg.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa