Perda Zonasi Rampung, Pemprov Sumbar Tata Pengelolaan Laut

Sejumlah investor sedang menyaksikan keindahan kawasan Mandeh di Pesisir Selatan.
Sejumlah investor sedang menyaksikan keindahan kawasan Mandeh di Pesisir Selatan. (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat akhirnya mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil (ZWPPK) menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Saat ini, Perda tersebut masih dalam tahap evaluasi dari Kemendagri. Setelah selesai, Pemprov Sumbar akan segera merealisasikan kandungan dalam Perda. "Besok Perda tersebut dievaluasi Kemendagri dan akan segera lakukan penataan dan sosialisasi ke daerah," ujar Yosmeri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Kamis siang.

baca juga: Mahyeldi Minta KONI Dongkrak Prestasi Olahraga Sumbar di PON 2021 dan 2024

Dijelaskannya, setelah selesai dievaluasi, pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan Pergub untuk penerapan secara detail dan teknis. Aplikasinya nanti, Yosmeri mencontoh dalam pengembangan pariwisata pulau akan ada rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan untuk wilayah laut sekitar pulau, termasuk pembangunan dermaga.

"Dalam pengembangan pulau tentu akan melibatkan laut disekitarnya, nanti pengelolaan akan kami pantau apakah disisi kiri, kanan, depan dan belakang pulau bisa dimanfaatkan oleh pengembang. Jika terdapat kawasan karang kami tidak akan izinkan mereka untuk melakukan atraksi pariwisata di sana, kami arahkan ke posisi lain," jelasnya.

baca juga: Sumbar Targetkan 16 Medali Emas di PON Papua

Dilanjutkan Yosmeri, setelah Perda, peluang investasi untuk para investor terbuka lebar karena sudah ada payung hukum. Kemudian, untuk daerah yang ingin mengembangkan potensi laut sudah bisa dilakukan. "Daerah mau bangun dermaga atau mengembangkan wisata pulau sudah ada aturan mainnya dalam Perda tersebut," katanya.

Selanjutnya, titik-titik laut yang selama ini yang telah digarap oleh pengembang atau masyarakat yang disitu merupakan daerah konservasi akan ditata kembali. Seperti keramba apung dikawasan wisata Mandeh akan digeser karan letak keramba saat ini berada dalam area konservasi dan bekas tenggelamnya kapal Belanda yang merupakan titik untuk penelitian.

baca juga: Satpol PP Sumbar Jaga Ketat Perbatasan, Hanya Kendaraan dengan Pengecualian Dibolehkan Masuk

"Kami carikan tempat baru untuk keramba, disana ada spot sejarah, agar tidak rusak kita pindahkan keramba," ujarnya.

Ia berharap dengan adanya perda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil (ZWPPK) potensi laut Sumbar bisa dimanfaatkan dengan tetap mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan menjadi nilai tambah bagi masyarakat serta menambah pengetahuan pendapat daerah. "Potensi laut sangat berpotensi menambah PAD," tutupnya.

baca juga: 6 Paskibra Diseleksi, Gubernur Berharap Perwakilan Sumbar Pembawa Baki Merah Putih di Istana Negara

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Agusmanto