Dilaporkan Basko ke MA, Ini Jawaban Pengadilan Negeri Padang

Satu unit excavator tengah merobohkan dinding bangian belakang bangunan Basko Hotel & Grand Mall
Satu unit excavator tengah merobohkan dinding bangian belakang bangunan Basko Hotel & Grand Mall (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Basrizal Koto, selaku pemilik Basko Grand Mall & Hotel yang berada di kawasan Air Tawar, akan melaporkan Pengadilan Negeri Padang ke Mahkamah Agung.

Pasalnya, saudagar kaya asal Pariaman itu menyebut bahwa hotel dan mall yang dieksekusi Pengadilan Negeri Padang tidak termasuk objek perkara.

baca juga: Deva Mahenra: Sumbar Pasar Foresthree Coffee Signifikan untuk Ekspansi

"Saya akan melaporkan ini ke Mahkamah Agung. Ini sangat merugikan, lampu dimatikan semua dicabut. Tidak ada keadilan kepada kami," ujarnya kepada wartawan di lokasi eksekusi , Kamis, 18 Januari 2018.

Harusnya, sebut pengusaha yang akrab disapa Basko itu, pihak Pengadilan Negeri mengeksekusi lahan kosong yang luasnya lebih dari 2000 meter persegi. Objek lahan tersebut, berada di belakang bangunan mall dan hotel.

baca juga: Situ Koffie, Coffe Shop dengan Konsep Gedung Tua di Flamboyan Padang

"Harusnya pihak pengadilan tidak usah melakukan yang seperti ini. Di bagian belakang hotel dan mall ini ada gas, genset, dan segala macam. Harusnya yang dieksekusi itu lahan kosong yang merupakan area parkir," ujarnya.

Terkait dengan ancaman dari pengusaha yang akrab disapa Basko itu, Humas Pengadilan Negeri Padang R Ari Muladi mengatakan, eksekui tersebut merupakan putusan pengadilan nomor perkara No12/Pdt.G/2012/PN.Pdg jo No 44/Pdt/2013/PT Pdg jo MA RI Reg No604 K/Pdt/2014.

baca juga: Andre Rosiade Gelar Bimtek Produksi Kewirausahaan di Kota Padang

"Apabila pihak pemohon atau pihak lain merasa dirugikan, silahkan melapor. Pengadilan Negeri Padang tidak akan menghalangi," kata R Ari Muladi yang dihubungi tribunpadang.com via handphone, Kamis sore.

Kamis pagi, Pengadilan Negeri Padang mengeksekusi lahan milik PT KAI Divre II Sumbar yang sebelumnya dikuasai Basko Hotel dan Basko Grand Mall, di Air Tawar. Dalam eksekusi lahan seluas 2.116 meter persegi itu, turut hadir pihak tergugat (Basrizal Koto) dan peggugat ( PT KAI Divre II sumbar).

baca juga: Tengah Jalani Cuti, Mahyeldi Ansharullah Raih Penghargaan Sebagai Walikota Terbaik Nasional dalam Pelayanan Publik

Sebelum eksekusi di mulai, juru sita Pengadilan Negeri Padang membacakan isi putusan pengadilan . Setelah itu, dilakukan pengukuran oleh BPN Padang, dan penunjukaan titik eksekusi oleh pihak PT KAI Divre II Sumbar.

Hingga Kamis sore, sebagian bangunan dinding belakang Basko Grand Mall & Hotel itu telah dirobohkan oleh dua unit excavator yang diturunkan Pengadilan Negeri Padang ke lokasi eksekusi .

[Cecep Jambak]

Penulis: Riki