HIPMI: Eksekusi Basko Mall dan Hotel Jadi Kabar Menakutkan Bagi Investor

Eksekusi lahan Basko Hotel dan mall dikawal ketat petugas kepolisian.
Eksekusi lahan Basko Hotel dan mall dikawal ketat petugas kepolisian. (istimewa)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumbar, Iqra Chissa sangat menyayangkan eksekusi yang dilakukan terhadap hotel dan grand mall Basko . Eksekusi yang dilakukan dianggap sebagai kabar pertakut bagi investor lain yang akan berinvestasi di Sumbar.

"Pengusaha lokal saja tidak diberi kenyamanan berinvestasi di kampungnya sendiri, bagaimana dengan investor yang lain? Ini akan jadi kabar menakutkan. Investor lain akan berpikir ulang untuk menanamkan investasinya di Sumbar," terang Iqra Chissa.

baca juga: Dilumpuhkan dengan Tembakan, Maling Kos-kosan di Padang Menyerah

Dijelaskan Iqra, pemerintah secara umum mestinya berupaya memberikan kenyamanan pada investor. Jika terjadi masalah, dilakukan musyawarah, bukan malah menyelesaikan dengan cara-cara tak elok.

Dikatakannya, kenyamanan merupakan salah satu daya tarik bagi investor untuk mengembangkan usahanya di Sumbar. “Seharusnya pemerintah melakukan koreksi kembali,” kata Iqra

baca juga: Kupak Rumah Warga, Seorang Pria Ditembak Polisi

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Firwan Tan, berharap kepada pihak-pihak yang melakukan eksekusi terhadap lahan di belakang hotel dan mall Basko untuk mempertimbangkan berbagai dampak buruk eksekusi tersebut, diantaranya, terhadap iklim investasi di Sumatera Barat dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Menurutnya, eksekusi lahan di belakang belakang hotel dan mall Basko yang melibatkan lebih dari 400 aparat kepolisian akan membuat citra iklim investasi di provinsi ini, khususnya di Padang menjadi buruk. Akibatnya, penanam modal akan takut berinvestasi.

baca juga: Jelang Pilkada, KPU Padang: Masih Ada Logistik yang Belum Diterima

“Sumbar hingga kini kekurangan investor. Karena Sumbar membutuhkan investor, investor sebaiknya diperlakukan secara baik. Jangan sampai perlakuan terhadap satu investor membuat investor lain takut,” ujarnya.

Sehubungan dengan masalah dengan investor, Firwan Tan menyarankan, jika ada hal-hal yang masih bisa dibicarakan selain masalah hukum, sebaiknya dibicarakan.

“Saya pikir harus dipertimbangkan alua jo patuik, raso jo pareso. Kalau ada masalah yang bisa dinegosiasikan, sebaiknya selesaikan dengan negoisasi," tuturnya. (*)

baca juga: KPU Padang Hari Ini Mulai Lakukan Pelipatan Surat Suara

Penulis: Agusmanto