Melihat Lebih Dekat, Cara Kapolres Arosuka Bangun Jembatan Hati dengan Masyarakat

Kapolres Arosuka AKBP Ferry Irawan mengunjungi kediaman Anduang Colok
Kapolres Arosuka AKBP Ferry Irawan mengunjungi kediaman Anduang Colok (KLIKPOSITIF)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Cuaca siang itu cukup terik, matahari seolah begitu dekat di kepala. Untuk daerah seperti Lubuk Selasih, Kabupaten Solok biasanya cukup jarang ditemui cuaca panas seperti itu, pasalnya Aro Suka berada di kawasan kaki Gunung Talang.

Namun hal itu tidak mengahalangi AKBP Ferry Irawan, Kapolres Aro Suka untuk beranjak menebar kebaikan ditengah masyarakat. Memulai dari lingkungan terdekat Mapolres Aro Suka.

baca juga: Bawa Sabu dan Ekstasi, Dua Pengangguran Diciduk Polisi di Solok

Tanpa protokoler dan pengawalan, Kapolres berangkat bersama Kasat lantas Iptu Bayful dan Kasat Reskrim AKP Sosmedia. Berbekal sekarung beras, dan sejumlah bahan sembako Kapolres menyambangi kediaman Anduang Colok(78).

Keterbatasan akses jalan, memaksa Kapolres berjalan memutar ke Simpang Lubuk Selasih menggunakan mobil, terus beranjak ke arah Alahan panjang sekitar 200 meter. Sesampai disitu, tak bisa lagi menggunakan kendaran sebab rumah Anduang Colok berada di lembahan. Harus berjalan kaki.

baca juga: Yulfadri Nurdin Siap Tantang Epyardi Asda di Pilkada Solok

Tak ada jalan beton layaknya jalan ke gang-gang rumah di perkampungan, apalagi jalan aspal beton atau hotmix. Hanya jalan tanah yang ditutupi rerumputan. Dari sini, bersama Kasat, Kapolres berjalan sembari memikul sembako.

Turunan tajam, seolah memaksa untuk berjalan ngesot. Tak hanya sekali, tapi dua kali turunan cukup terjal harus kita tempuh untuk menuju rumah Anduang Colok yang berdiri disebuah lembah yang sepi.

baca juga: Hari Ini Kabupaten Solok Tambah 7 Kasus Baru COVID-19, Rekor Terbanyak Selama Pandemi

Sesosok wanita usia lanjut berjuntai didepan pintu, menatap kosong hamparan lembah yang menghijau. Tampak dua potong koyo menempel dikepala Anduang Colok. Sepertinya beliau tengah sakit kepala.

Sesaat, nenek yang mengaku sudah lama bermukim dilembah sunyi itu, terkaget melihat sosok muda berpakaian polisi berkunjung ke gubuk yang sudah menemaninya selama bertahun-tahun menghabiskan masa tua.

baca juga: Gusmal Daftarkan Diri ke Poros Baru, Representasi Solok Raya?

Sesaat Ferry Irawan tampak bercengkrama dengan Anduang Colok. Kesehatan nenek tua itu menjadi perhatian kapolres, pasalnya dua potong koyo kecil mengisyaratkan Anduang Colok kurang sehat.

"Gimana kabarnya mak, sehat ?" Ungkap Kapolres membuka cerita disiang itu.

Anduang Colok menjawab dengan isyarat, sedikit kurang enak badan. Tapi tetap saja mengumbar senyum pertanda baik-baik saja. Nenek Colok mengaku tidak pernah menyangka akan dihampiri, apalagi diberi bahan makanan dan bantuan uang harian dari Kapolres.

"Alhamdulillah, ado polisi nan mamparatian masyarakat nan mode kami ko, jo maagieh bantuan makanan," ungkap Anduang Colok bersyukur.

Puas bercengkrama dengan anduang Colok, Kapolres lansung beranjak kembali ke Mapolres, meninggalkan sosok tua renta yang sudah kenyang makan asam garam kehidupan.

Kasat Intel Polres Solok AKP Sosmedia mengaku, Kapolres kerap mengunjungi masyarakat di nagari-nagari dalam wilayah hukum Polres setempat, bahkan sering ke tempat-tempat yang tak terduga.

"Kepekaan beliau terhadap kondisi masyarakat sangat tinggi, apalagi melihat masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi," beber Sosmedia.

Namun pastinya, itu bukan untuk pencitraan polisi. Kapolres juga sering pergi  sendiri, menyapa masyarakat, bersilahturrahmi dengan warga hingga tokoh masyarakat. Sepertinya hal itu sudah menjadi cara tersendiri untuk melayani masyarakat.

"Membangun jembatan hati dengan warga dan segenap elemen masyarakat sangat penting dilakukan dalam menjalankan tugas untuk melindungi, melayani dan mengayomi" tutur Ferry Irawan.

Polisi membutuhkan kerjasama dan dukungan dari semua elemen di nagari-nagari. Sebagai petugas pengayom masyarakat, dirinya lebih mengedepankan kebersamaan dalam membangun dan menciptakan suasana kondusif di wilayah hukum Polres Solok.

[Syafriadi Puma]

Penulis: Rezka Delpiera