Galian C Kubang Rasau, Penyambung Hidup Sekaligus Perusak Jalan

Warga berjalan kaki di atas permukaan jalan yang rusak di Kubang Rasau, Limapuluh Kota
Warga berjalan kaki di atas permukaan jalan yang rusak di Kubang Rasau, Limapuluh Kota (KLIKPOSITIF/Ade Suhendra)

LIMAPULUHKOTA, KLIKPOSITIF -- Warga Jorong Kubang Rasau, Kabupaten Limapuluh Kota belum tersentuh perbaikan fasilitas desa dari pemerintah setempat.

Pasalnya, untuk menyambung hidup sebagai pekerja di pertambangan pasir, batu (galian C) masyarakat juga harus membuang waktu dengan kondisi jalan desa yang rusak.

baca juga: Ikut Antar Cabup Positif Corona Mendaftar di KPU, Begini Kondisi Fadli Zon dan Andre Rosiade

Secara tidak langsung, keberadaan galian C di Kubang Rasau menjadi penyambung hidup bagi masyarakat setempat. Namun di balik itu, keberadaan tambang juga memaksa warga untuk mengurut dada dengan minimnya fasilitas.

Kekurangan sarana jalan sudah sangat lama dirasakan warga, namun hal ini menurut seorang masyarakat Asril (58) tidak kunjung mendapatkan respon dari pemerintah.

baca juga: 6 Nagari di 3 Kecamatan Terdampak Banjir di Lima Puluh Kota

"Ada beberapa titik yang sangat parah saat dilalui baik itu pejalan kaki atau kendaraan roda dua atau roda empat. Salah satunya di ujung jalan saat akan memasuki jorong kami ini," kata Asril yang ditemui di sebuah warung di Jorong Kubang Rasau, Nagari Balaipanjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban.

Ia mengatakan, kerusakan jalan disebabkan karena truk berukuran sedang yang kerap melintas di lokasi, dan kondisi seperti itu sebut Asril menjadi dilema bagi masyarakat.

baca juga: Hujan Deras di Lima Puluh Kota, Beberapa Daerah Dilanda Banjir

Selain itu, tidak jarang pula masyarakat terpaksa berdiam diri di rumah ketika hujan deras. Sebab, jalanan menjadi lumpur yang membahayakan untuk dilalui.

"Sebenarnya ini dilema, di satu sisi keberadaan tempat tersebut membuat kondisi jalan atau lingkungan menjadi rusak. Di lain sisi, warga banyak yang bergantung hidup di sana," ucapnya.

baca juga: Setelah Layanan IGD RSUD Achmad Darwis Ditutup , Giliran Pasar Nagari Situjuah Batua Ditutup

Bukan tidak pernah memperjuangkan nasib, masyarakat mengaku sudah melaporkan kondisi jalan di desa mereka ke Bupati dan DPRD Limapuluh Kota .

"Namun dalam kurun waktu dua tahun ini, belum ada tindakan dan sikap atau minimal kunjungan dari pemerintah kesini untuk sekedar melihat bagaimana kondisi kampung kami," sebut Asril.

"Sekarang untung saja jalanan ini kering karena masih musim panas. Tapi kalau musim hujan, jalan kaki pun akan sulit melewatinya, apalagi pakai motor dan sangat berbahaya bagi warga yang melalui jalan tersebut. Banyak warga yang terjatuh saat melewati jalan rusak sepanjang 1,5 Km tersebut," ungkapnya kemudian.

Warga lain, Eko berharap agar pemerintah sedikit meluangkan waktu untuk melihat sarana penunjang kehidupan warga di Kubang Rasau.

Karena bagi dia, kerusakan jalan tidak hanya menganggu aktifitas masyarakat untuk menyambung hidup. Namun juga menganggu layanan pendidikan pelajara di lokasi itu, yang selalu kesulitan pergi ke sekolah ketika cuaca buruk melanda Kubang Rasau.

"Kami berharap Pak Bupati datang ke sini dan melihatnya. Dulu warga pernah menanam batang pisang sebagai bentuk protes, tapi hingga saat ini hasilnya masih kosong tanpa jelas adanya perbaikan jalan ini," pungkas dia.

[Ade Suhendra]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa