Polisi Hentikan Praktek Investasi Ilegal UN Swissindo di Pesisir Selatan

Praketk penghimpunan dana dari msyarakat Pesisir Selatan oleh UN Swissindo
Praketk penghimpunan dana dari msyarakat Pesisir Selatan oleh UN Swissindo (Istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat menemukan praktek investasi ilegal yang dilakukan oleh UN Swissindo.

Praktek investasi ilegal tersebut dilakukan oleh dua perempuan dewasa dan paruh baya warga Kota Padang dan warga Pesisir Selatan sendiri.

baca juga: Menteri Desa Tetapkan Puncak Pelaksanaan Hari Bhakti Transmigrasi ke 71 di Pessel

Kedua pelaku tersebut adalah Bismi Hayati (46) warga Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah-Padang dengan Roslawati (50) warga Rumah Panjang-Koto Berapak.

Kegiatan penghimpunan uang masyarakat untuk United National World Trust Internasional Orbit dilakukan secara terbuka, dan dalam prakteknya kedua pelaku sudah menerima uang sebanyak Rp15 juta dari warga.

baca juga: Dua Hari Dibuka, Peminat Calon Ketua KONI di Pessel Baru Dua Kandidat

"Kita menemukan mereka sedang bersama masyarakat melakukan pendataan dengan pengisian furmolir untuk menerima bantuan dari Swisindo sebanyak Rp15 juta, Sabtu lalu," kata Kapolsek Bayang, AKP Khairil Medians.

Ia mengakui, praktek investasi ilegal itu sudah kerap dilakukan sejumlah kawasan, yakni Batang Kapas, Bungo Pasang, Lumpo dan Sago.

baca juga: DPRD: Pessel Akan Miliki Perda CSR, Ini Tujuannya

"Saat diketahui, kedua pelaku langsung kami amankan untuk diperiksa. Setelah menjalani pemeriksaan, keduanya kami minta untuk membuat perjanjian untuk tidak melanjutkan praktek investasi ilegal tersebut.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasisecara resmi telah menghentikan kegiatan UN Swissindo karena melanggar peraturan dan perundang-undangan, Agustus 2017 lalu.

baca juga: Partai Demokrat Gelar Vaksin Sekaligus Bagi Sembako di Pessel

"Kegiatan yang dilakukan oleh UN Swissindo tersebut tidak benar, karena surat pelunasan yang diterbitkan tidak diakui oleh lembaga jasa keuangan dan voucher yang diberikan juga tidak dapat dicairkan di Bank Mandiri," kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing.

[Kiki Julnasri Priatama]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa