Tim SK4 Grebek Rumah Panti Pijat Plus di Bukittinggi

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF -- Tim Satuan Kerja Keamanan Ketertiban Kota ( SK4 ) Bukittinggi menggerebek satu rumah yang diduga menyediakan pijat plus-plus pada pukul 15:00 WIB, Selasa 30 Januari 2018.

Penggerebekan dilakukan di sebuah rumah yang berada di Jalan Yos Sudarso atau Penurunan Benteng.

baca juga: Dukung Erman Safar di Pilkada Bukittinggi, Ini Penjelasan UAS

Kepala Seksi Operasional Satpol PP Bukittinggi Dodi Andresia mengatakan, dalam penggrebekan ada tiga orang yang diamankan.

"Satu pemilik rumah, satu wanita pekerja pijit dan seorang lelaki pelanggan," katanya.

baca juga: Pilkada Bukittinggi, UAS Dukung dan Doakan Erman Safar-Marfendi

Penggrebekan, jelas Dodi, diawali dengan laporan masyarakat yang resah melihat aktifitas di dalam rumah tersebut.

Berbekal dari laporan tersebut selama sepekan terakhir, tim SK 4 melakukan pengintaian intensif.

baca juga: Sempat Dihantam Longsor, Ini Kondisi Terkini Jalan Lintas Bukittinggi-Medan

Setelah berhasil memastikan, SK4 langsung bergerak. Saat penggerebekan berlangsung, di dalam rumah di temui beberapa pria tengah minum kopi. Namun di dalam kamar, ditemukan ada pria yang tengah dipijat oleh seorang wanita.

"Kita temukan pil KB, dan obat kuat di kamar tersebut. Sementara hanya mereka yang dalam kamar saja yang kita bawa karena ada bukti-buktinya," lanjut Dodi.

baca juga: Bukittinggi Diguncang Gempa Tektonik 3,3 Magnitudo, Akibat Sesar Sianok

Pemilik rumah diketahui berinisial R (60) asal Indramayu, yang mengaku sudah mengontrak selama 8 tahun di rumah tersebut dan punya 3 wanita pekerja pijat.

Sementara, salah seorang wanita tukang pijit yang diamankan, C yang juga berasal dari Indramayu mengaku bahwa dalam sehari ia bisa melayani sebanyak 3 tamu dengan tarif pijit mulai dari 50-100 ribu rupiah.

Saat ini, ketiga orang yang diduga terlibat dalam praktek haram ini tengah diperiksa secara intensif oleh penyelidik Satpol PP.

[Hatta Rizal]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa