Safer Internet Day, Mari Cerdas Dalam Berselancar di Dunia Maya

Safer Internet Day 2018 di Padang.
Safer Internet Day 2018 di Padang. (KLIKPOSITIF/Ade Suhendra)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Memperingati Hari Internet Aman Dunia (Safer Internet Day atau SID) yang jatuh pada 6 Februari ini, Relawan TIK Padang bersama Blogger Palanta menggelar Safer Internet Day 2019 Goes to School di SMA Adabiah Padang.

Seminar ini diikuti oleh 600 peserta dan tiga pemateri yaitu Alifia Sefti Oktriwina (Blogger Palanta), Bayu Haryanto (Blogger Palanta dan Humas Universitas Bung Hatta) dan Asad Rabbani (Relawan TIK Padang).

baca juga: Internet 5G Mulai Tersedia, Ini Kata Menkominfo

Safer Internet Day adalah sebuah ajakan untuk menjelajah dunia siber dengan penuh tanggung jawab. SID juga menyerukan Pemerintah, Korporasi, Akademia, Masyarakat dan seluruh elemen terkait untuk bekerjasama membangun internet yang lebih baik, terutama bagi anak-anak dan remaja.

Panitia Safer Internet Day 2018 Goes to School, Fadil mengatakan, kegiatan ini digelar untuk memberikan edukasi kepada generasi muda, khususnya pelajar untuk berinternet aman dan sehat. Relawan TIK sebagai komunitas yang bergerak di bidang teknologi dan informasi terus mencoba memberikan edukasi agar masyarakat menggunakan internet dengan benar.

baca juga: TP PKK Pessel Kumpulkan Donasi ASN untuk Palestina

"Kami dari RTIK Padang juga berkerjasama dengan RTIK Komisariat, mencoba ikut berpartisipasi dalam memperingati Safer Internet Day 2018 yang jatuh pada hari ini. Semoga dapat mencerdaskan masyarakat sebagai salah satu tujuan dari adanya RTIK ini," kata Fadil bersama Rani Wahyulianti, Ferella Lazuardi dan Iftitah Nur Cahyani.

Alifia Seftin Oktriwina, mahasiswa Psikologi Unand yang menjadi pemateri menjelaskan, bahwa dalam berinternet ada sisi baik dan buruknya. Hal ini terutama dalam penggunaan media sosial sebagai salah satu sarana yang tengah berkembang pesat di kalangan generasi muda.

baca juga: Selama Lebaran, Pengguna Data Internet Meningkat Hingga 49 Persen

"Salah satu efek buruknya adalah ketergantungan media sosial yang tentunya dapat mempengaruhi nilai dan kelakukan malas bagi pelajar. Selain efek buruk, internet ini juga punya sisi positif karena internet merupakan sumber informasi dan marilah kita membatasi diri dalam menggunakan media sosial dan internet ," ujar Alifia yang akrab disapa Awin.

Kemudian Bayu Haryanto, seorang Blogger dan Humas di UBH dalam materinya mengajak generasi muda atau masyarakat pengguna internet untuk lebih bijak, kreatif dan cerdas. Ia menjelaskan salah satu yang perlu dilakukan adalah THINK.

baca juga: Pemko Padang Sebar ID dan Pasword Wifi Gratis, Ini Tujuannya

"THINK ini adalah singkatan dari True, Helpful, Illegal, Necessary dan Kind. Maksudnya adalah menyampaikan informasi secara benar, bermanfaat, tidak melawan hukum, menyampaikan informasi yang penting saja dan menyebarkan informasi yang menginspirasi. Internet ini juga bisa jadi Sumber penghasilan lho," ujar founder Padang Herittage ini.

Sementara itu, pemateri terakhir yang berbagi di Safer Internet Day 2018 adalah Asad Rabbani dari RTIK Padang. Dia mengatakan, pengguna internet harus memperhatikan banyak hal secara cerdas, kreatif dan produktif.

"Marilah kita ini In Cakap, yaitu memanfaatkan Internet secara Cerdas, Kreatif dan Produktif. Bagaimana kita memanfaatkan internet tidak hanya sekedar bermain medsos, tapi juga bermanfaat sehingga tidak ada lagi cyber bullying atau pencurian data," katanya.

Ia pun mengajak masyarakat pengguna internet untuk berpikir sebelum berbagi, verifikasi informasi secara benar, dan sesuai etika, moral serta tidak melanggar UU ITE.

[Ade Suhendra]

Penulis: Agusmanto