Ini Tiga Prinsip Penghimpunan Zakat ASN Muslim

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan bahwa ada tiga prinsip yang harus dijalankan pada saat regulasi penghimpunan dana zakat ASN muslim ditetapkan. Ketiga prinsip itu menjadi syarat dasar yang harus ditegakkan.

Prinsip pertama adalah kebijakan hanya berlaku bagi ASN Muslim. Artinya, kebijakan yang akan diterbitkan nantinya tidak diberlakukan kepada selain ASN Muslim.

baca juga: Beda Dari Biasa, Ini Rekomendasi Lomba HUT RI 17 Agustus di Masa Pandemi

“Ini hanya berlaku bagi ASN muslim,” tegas Menag di Jakarta.

Prinsip kedua, kebijakan ini juga hanya berlaku bagi ASN Muslim yang total penghasilannya sudah mencapai nishab. Yaitu, batas minimal penghasilan yang wajib dibayarkan zakatnya.

baca juga: Ini Cara Cetak Kartu Ujian SKB Bagi CPNS

ASN yang penghasilannya di bawah nishab tentu tidak wajib membayar zakat ,” tuturnya.

Prinsip ketiga, penyisihan sebagian penghasilan ASN Muslim dilakukan atas dasar persetujuan dari yang bersangkutan. Mekanismenya melalui proses akad, apakah bersedia ataukah tidak, jika sebagian penghasilannya disisihkan untuk membayar zakat .

baca juga: Diminta Gerindra Jadi Capres di Pilpres 2024, Ini Jawab Prabowo

“Jadi sama sekali tidak ada kewajiban apalagi paksaan. Sepenuhnya atas kesukarelaan,” tandasnya.

Menag mengaku masih membahas dan mendalami rancangan kebijakan ini secara internal di Kementerian Agama. Pihaknya akan terus menggali masukan dari ahli dan akademisi, termasuk para ulama dan tokoh agama.

baca juga: Kartu Prakerja Gelombang 4 Dibuka Hari Ini, Ini Cara Daftarnya

“Kami akan mengadakan muzakarah secara khusus agar yang kami rancang ini bisa dipertanggungjawabkan baik secara hukum agama maupun hukum positif,” ucapnya. (*)

Sumber: Kemenag

Penulis: Eko Fajri