Kemenperin Gandeng Qualcomm Verifikasi Data IMEI Ponsel

Ilustrasi
Ilustrasi (Fortune)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan salah satu perusahaan besar teknologi, Qualcomm untuk memverifikasi dan memvalidasi database nomor identitas asli ponsel (International Mobile Equipment Identity/IMEI).

Baca Juga:  Cegah Impor Ilegal, Kemenperin Verifikasi Ulang Data IMEI Ponsel

baca juga: Jahe Salah Satu Komoditas Unggulan Ekspor, DPR: Kok Masih di Impor?

Upaya ini guna mencegah dan mengurangi peredaran ponsel yang masuk ke Indonesia secara ilegal sehingga melindungi industri dan konsumen dalam negeri.

"Langkah ini telah didukung oleh Kominfo," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

baca juga: Impor Beras Ditunda Hingga Juni, Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman

Airlangga menjelaskan, sistem kontrol IMEI yang akan dikelola oleh Kemenperin tersebut dapat diakses secara online.

"Secara individu bisa dicek. Jadi, teknisnya, kalau IMEI tidak terdaftar, maka tidak bisa digunakan di Indonesia," jelasnya.

baca juga: Ombudsman Sebut Ada Potensi Maladministrasi Kebijakan Impor Beras Pemerintah, Minta Tunda Dulu

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari komitmen penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemenperin dengan Qualcomm mengenai proses validasi database IMEI pada 10 Agustus 2017 lalu.

Selain itu sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 65 Tahun 2016 tentang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta Peraturan Pemerintah No. 20/2017 tentang Pengendalian Impor atau Ekspor Barang yang Diduga Merupakan atau Berasal dari Hasil Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual.

baca juga: Penuhi Kebutuhan Masker N95, Kemenperin dan BNPB Bangun Lab Pengujian

"Indonesia adalah salah satu target pasar bagi berbagai perangkat seluler , terlebih dengan semakin berkembangnya jaringan 4G LTE. Namun, hal ini juga memicu masuknya perangkat ilegal yang justru menghambat industri dalam negeri dan merugikan konsumen," jelas dia.

Untuk itu, Kemenperin terus berupaya memacu pengembangan dan daya saing industri ponsel dalam negeri.

Terlebih lagi, melalui kebijakan hilirisasi, sektor ini sudah mampu meningkatkan nilai tambah dan mendukung rantai pasok manufaktur nasional.

"Saat ini, hampir seluruh merek ponsel di dunia, telah diproduksi di dalam negeri," ungkap Airlangga.

Kemenperin mencatat, industri telekomunikasi dan informatika (telematika) dalam negeri mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Hingga tahun 2016, terdapat 23 electronics manufacturing service (EMS), 42 merek dan 37 pemilik merek baik global maupun nasional, dengan total nilai investasi sebesar Rp7 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 13 ribu orang.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa