Empat Pentolan Muslim Cyber Army Ditangkap Mabes Polri

ilustrasi
ilustrasi (istimewa)

KLIKPOSITIF -- Sebanyak empat pentolan kelompok ”Muslim Cyber Army” (MCA) dibekuk aparat Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri dan Direktorat Keamanan Khusus Badan Intelejen Khusus di sejumlah provinsi. Keempat orang yang ditangkap itu berinisial ML, RSD, RS dan YS. Mereka dibekuk di tempat berbeda-beda.

Direktur Ditcyber Crime Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Fadil Imran mengatakan, ML adalah laki-laki berusia 40 tahun yang ditangkap di Jakarta Utara. ”Sementara pria berinisial RSD, berusia 35 tahun ditangkap di Bangka Belitung. RS (39) dibekuk di Bali. Sedangkan, YS ditangkap di Sumedang, Jawa Barat. Penangkapan dilakukan secara serentak,” kata Fadil.

baca juga: Ancam Mafia Bola, Ketum PSSI : Jangan Macam-macam Sekarang

Dia mengatakan, keempat orang tersebut merupakan pentolan MCA yang saling berkoordinasi melalui grup aplikasi obrolan berbasis ponsel WhatsApp bernama ”The Family MCA”. Dalam operasinya, MCA fokus menyebar berita-berita maupun informasi hoaks seputar kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

”Selain itu, mereka juga fokus menyebar hoaks tentang penculikan ulama, penyerangan nama baik presiden serta tokoh-tokoh tertentu,” jelasnya.

baca juga: Mabes Polri Diserang, Ini Pesan Jokowi

Tidak hanya menyebar hoaks, kelompok MCA juga kerapkali mengirimkan virus perusak jaringan komputer kepada orang-orang yang dianggap sebagai lawannya. Fadil menuturkan, ML diringkus di daerah Sunter, Jakarta Utara, Senin sekitar pukul 06.00 WIB. ML belakangan diketahui mempunyai pekerjaan utama sebagai karyawan.

Melalui penangkapan itu, polisi menyita barang buti berupa tiga ponsel beserta kartu operator seluler, dua piranti keras penyimpan data dan satu komputer jinjing. Selang tiga jam, tim yang berada di Pangkal Pinang, Provinsi Babel, meringkus RSD. Tersangka merupakan PNS di Puskesmas Selindung.

baca juga: Polisi Sebut Penyerang Mabes Polri ZA Posting Bendera ISIS di Instagramnya

Tiga setengah jam selanjutnya, tim lain Bareskrim beroperasi di Jembrana, Bali untuk meringkus RS. Pada waktu bersamaan, tim berbeda juga menggerebek TS di Jatinunggal, Sumedang, Jabar.

“Mereka kami tangkap dan dijadikan tersangka pelanggar Pasal 45 A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE atau Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau pasal 33 UU ITE,” jelasnya. (*)

baca juga: Saksi Mata : Setelah Tembakan Pertama Saya Keluar dari Mobil, Itu Saya Lihat Langsung Terorisnya

sumber:  suara.com

Penulis: Agusmanto