Polresta Padang Ungkap Praktek Penggelapan Mobil Sewaan

Tersangka (baju hijau) saat memperlihatkan mobil hasil praktek penggelapan
Tersangka (baju hijau) saat memperlihatkan mobil hasil praktek penggelapan (KLIKPOSITIF/Halbert Chaniago)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Polresta Padang berhasil mengungkap praktek penggelapan mobil sewaan yang kerap terjadi dalam beberapa waktu belakangan. Hal itu terungkap saat penangkapan pelaku yang diketahui bernama Raimon (44).

Raimon diketahui merupakan pelaku yang kerap menyewa mobil lalu kemudian tidak mengembalikan pada pemilik.

baca juga: Tetap Pakai Protokol COVID-19, Ini Lokasi Salat Idul Adha di Kota Padang

Kapolresta Padang , Kombes Pol Chairul Aziz mengatakan tersangka Raimon ditangkap pada Kamis, 8 Maret 2018 lalu. Pelaku sendiri diketahui sudah sering melancarkan aksinya sejak bulan November 2017 lalu.

"Praktek penggelapan ini dimulai pelaku dengan cara merental atau menyewa," katanya. Raimon ditangkap berdasarkan laporan dua orang korban.

baca juga: Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Masyarakat Waspadai Bencana

Dua korban tersebut adalah penyedia jasa mobil sewaan. Mereka yakni adalah Soni Sobarja dan Anshori. Bermodal laporan dari kedua korban, polisi langsung memburu Raimon.

"Diketahui mobil itu berada di Kabupaten Pasaman Barat dengan lokasi yang berbeda," jelas Chairul.

baca juga: BMKG: Hari Ini Padang Hujan Sore Hingga Malam Hari

Mobil pertama ditemukan di kawasan Sasak, kemudian setelah petugas melakukan pengembangan, polisi kembali menemukan 10 mobil lainnya di beberapa kawasan yang berbeda.

"Setelah mendapatkan semua mobil tersebut, tim yang bertugas langsung membawanya ke Padang sebagai barang bukti," jelas Chairul.

baca juga: Bappeda: Pembangunan Gedung Baru DPRD Padang Direncanakan Tahun Depan

Selain dari 11 unit mobil tersebut, ternyata masih ada 15 unit mobil lainnya yang dibawa kabur oleh Raimon. Berdasarkan hasil penelusuran polisi, puluhan mobil itu ternyata digadaikan pelaku pada sejumlah pihak.

"Beberapa diantaranya sudah diketahui lokasi mobilnya. Besok tim akan memulai penjemputan," papar dia.

Akibat perbuatannya, tersangka akan diancam dengan pasal 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

[Halbert Caniago]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa