Hotman Paris Siap "Pasang Badan" Kasus Aloita Resort, Gubernur Harus Lakukan Hal Ini

Ciutan Hotman Paris Hutapea di media sosial terkait pelarangan anggota DPRD masuk Aloita Resort oleh seorang bule
Ciutan Hotman Paris Hutapea di media sosial terkait pelarangan anggota DPRD masuk Aloita Resort oleh seorang bule (Instagram)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pasca beredarnya video anggota DPRD Sumbar yang dilarang saat memasuki Aloita Resort di Pulau Makakang, Kecamatan Sipora Utara, Mentawai , Minggu (11/3), banyak pihak angkat bicara. Salah satunya pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang melakukan postingan di akun instagramnya @hotmanparishutapea pada Rabu (14 Maret 2018).

Video Bule Larang Anggota Dewan Masuk Aloyta Resort

baca juga: Agam Catat Rekor Pasien COVID-19 Sembuh Terbanyak

Dalam postingan video tersebut, ia menuliskan bahwa gubernur harus kerahkan Satpol PP terkait status hukum , perizinan lokasi dan orang-orang yang ada di sana. Menurutnya apa yang telah dilakukan orang asing tersebut tidak sopan karena tidak memberikan izin kepada wakil rakyat Sumbar yang saat itu akan memasuki resort.

"Pak gubernur Sumatera Barat kerahkan Satpol PP untuk periksa pulau yang diduduki orang asing. Cek semua perizinan dan IMB nya dan juga cek semua wanita yang tinggal di pulau bersama si bule itu. Seperti yang selama ini Satpol PP dapat dengan bebas bertindak terhadap rakyat apalagi terhadap PKL," tulisnya.

baca juga: Komisi III Minta Kejaksaan Agung Tingkatkan Pengawasan Internal

Selain itu, ia juga mengimbau kepada Gubernur Sumatera Barat melakukan pengecekan status hukum orang asing tersebut. Ia pun juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi pengacara dan ikut membantu dalam menyelesaikan masalah ini tanpa harus dibayar.

"Bila perlu cek status hukum si bule itu apakah dia warga negara Indonesia atau visa turis. Kalau dia visa turis berarti diduga ada bisnis lain. Inilah pintu untuk masuk, kalau dia pakai pengacara saya siap untuk membantu DPRD dan juga Gubernur Sumbar tanpa dibayar. Sangat melanggar sopan santun dan wibawa bangsa Indonesia apabila ada orang-orang bule berperilaku tidak sopan membiarkan wakil rakyat berdiri bahkan tidak boleh masuk. Kerahkan Satpol PP segera dan geledah itu pulau. Jangan terulang seperti Bali yang terlalu merajalela peyelundupan tanah oleh ribuan bule and no body care," tulis Hotman Paris dalam video yang diunggahnya dan telah dilihat oleh 300 ribuan lebih pengikutnya.

baca juga: Pro Kontra Warnai Pembahasan RUU Cipta Kerja Terkait Ketenagakerjaan

Kemudian, unggahan di media sosial oleh Hotman Paris ini juga mendapatkan ribuan komentar. Salah satunya ditulis oleh pengguna akun instagram @roeindesso yang menuliskan 'Noh, Gubernur Sumbar Prof @IrwanPrayitno jaga harga diri martabat bangsa, dulu kompeni sekarang bule injak-injak rakyat, jangan mau jadi kacung bule.'

Komentar lain yang mendukung datang dari akun instagram @amrizalmuhammadrusin yang mengatakan 'kurang ajar itu bule, Ayo Pak Gub Irwan Prayitno , terima tawaran Bang Hotman Paris, Ayo langsung aja beracara di pengadilan didampingi Bang Hotman untuk merebut lagi itu pulau Urang Awak ke pangkuan pertiwi. Sekalian libas aja kalau ada oknum atau aparat yang bermain jual beli pulau.'

baca juga: Mantan Ketua KPK Jadi Kuasa Hukum Bambang Trihadmojo Gugat Menteri Keuangan, Ini Alasan

Seperti diberitakan sebelumnya video larangan anggota DRD Sumbar dan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai oleh seorang bule kawasan dermaga di Kepulauan Makakang, Kabupaten Kepulauan Mentawai , beredar luas di media sosial pada Minggu, 11 Maret 2018 kemarin.

Video berdurasi 3:31 detik yang diunggah oleh akun youtube bernama @Charly Rahmat itu sudah beredar luas di media sosial. Pada video itu, terlihat pria bule bersama seorang perempuan yang sedang berada di atas kapal, menghadang kapal yang ditumpangi rombongan anggota DPRD yang akan berwisata ke pulau yang berada di Kecamatan Sipora Utara tersebut.

Salah seorang anggota DPRD yang tidak terima dilarang oleh bule tersebut untuk masuk ke Pulau Makakang, mengatakan bahwa "Anda tidak suka saya tidak peduli, yang pasti ini negara-negara saya," ujarnya.

"Tanah-tanah saya, anda datang ke sini mungkin menyewa dan membayar, tapi anda harus menghormati apa yang ada. Ini anggota DPRD Provinsi dan di sini juga ada wakil Ketua DPRD," sambung anggota DPRD yang mengenakan baju hitam tersebut.

"Anda yang kuat atau kami yang kuat. kita akan coba. Kita akan buktikan. Anda sudah keterlaluan di sini. kira-kira seperti apa masyarakat kami kalian buat di sini," kata anggota DPRD lainnya. [Ade Suhendra]

Penulis: Eko Fajri