Kapan Penerimaan CPNS di Sumbar ? Ini Kata BKD

Ilustrasi
Ilustrasi (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Provinsi Sumbar masih menunggu kepastian dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) terkait penerimaan calon pegawai negeri sipil ( CPNS ) 2018. Meskipun demikian, data kebutuhan PNS mulai dari tingkat kabupaten/kota dan Pemprov Sumbar telah disiapkan. Sebab seiring dengan moratorium penerimaan CPNS yang dilakukan tiga tahun terakhir, Sumbar terjadi kekurangan banyak PNS .

"Sampai sekarang belum ada kepastian akan adanya penerimaan CPNS . Kita tentunya masih menunggu adanya surat dari pusat sebelumnya mengusulkan beberapa kebutuhan untuk Sumbar ," sebut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumbar Yulitar, kamis (15/3).

baca juga: Ada 17 Penambahan Positif COVID-19 di Sumbar per 3 Agustus 2020

Ia mengatakan, penerimaan calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018 diprioritaskan untuk tenaga guru, kesehatan dan kontruksi yang tengah hangat saat ini. Menurut Yulitar, itu baru sebatas wacana belum bersifat informasi tertulis yang disampaikan Kemenpan-RB.

"Kalau bicara butuh, kita memang butuh, apalagi tiap tahunnya ada PNS yang pensiun. Tapi sekarang untuk penerimaan CPNS 2018 belum ada informasi pastinya dari Kemenpan-RB. Ya kita tunggu saja, tapi saat ini masing-masing kabupaten/kota dan di Pemprov Sumbar tengah didata kebutuhan PNS ," jelasnya.

baca juga: Viral Wanita Bakar Bendara Merah Putih, Ngaku Diperintah Pimpinan PBB

Meskipun demikian, ia belum menyebutkan berapa jumlah kebutuhan PNS di Sumbar , khususnya untuk tenaga kependidikan, kesehatan, dan kontruksi yang dikabarkan sangat dibutuhkan Sumbar .

"Sekarang data itu belum sampai ke BKD. Tapi dengan banyaknya pensiun tiap tahun, tentunya kebutuhan PNS juga cukup banyak. Diantaranya untuk guru, tenaga kesehatan dan tenaga kontruksi," ujarnya.

baca juga: Prabowo Teken Dukungan Gerindra untuk Gibran Jadi Wali Kota Solo

Menurutnya, jika memang ada penerimaan CPNS , maka Sumbar akan mengusulkan untuk kebutuhan tenaga guru mulai dari tingkat SD sampai SLTA, untuk tenaga kesehatan. Lalu untuk tenaga kontruksi, sarjana teknik, atau insinyur untuk Dinas Pekerjaan Umum.

"Saat ini di PU itu pegawainya banyak, tapi yang paham ahli dalam kontruksi itu tidak banyak. Kondisinya kekurangan banyak insinyur," ungkapnya.

baca juga: Akibat Pandemi, Deflasi Juli Capai 0,10 Persen

Ia menyebutkan, kondisi kekurangan tenaga pendidikan, kesehatan dan kontruksi khususnya insinyur di bidang teknik tidak hanya terjadi di Pemprov Sumbar , tapi juga di Kabupaten/kota di Sumbar .

"Dalam beberapa rakor yang dilakukan, kami terus mendesak Kemenpan-RB untuk segera membuka moratorium penerimaan CPNS . Sebab kita banyak kekurangan PNS , dan tentunya membutuhkan dibukanya penerimaan CPNS agar kebutuhan tenaga kerja terpenuhi," terangnya.

Ia menambahkan, jika memang nanti dibuka penerimaan CPNS , untuk honorer Kategori (k2) masih belum ada kepastian apakah akan diprioritaskan, atau akan disamakan dengan calon PNS lainnya untuk tetap mengikuti tes dan persyaratan yang berlaku sebagaima yang diatur dalam PP Nomor 11 Tahun 2017.

"untuk K2 dalam penerimaan CPNS dapat diproritaskan atau diberlakukan sama, sampai sekarang juga belum ada kepastiannya. Hal itu disebabkan sampai sekarang belum ada informasi dari Kemenpan RB terkait penerimaan CPNS dan seperti apa persyaratan yang dibutuhkan untuk mengisi formasinya," pungkasnya. (Joni Abdul Kasir)

Penulis: Eko Fajri