Lokasi Kecelakaan yang Merenggut Nyawa Julnadi Rawan, PPM Sumbar Minta Polisi dan Pemerintah Segera Bertindak

Nisfan Jumadil (kanan) bersama Kapusdiklat Kemenhan Brigjend Aries M di acara Kursus Singkat Manajemen Pertahanan Negara Mobile,Paket Program BELA NEGARA 2017
Nisfan Jumadil (kanan) bersama Kapusdiklat Kemenhan Brigjend Aries M di acara Kursus Singkat Manajemen Pertahanan Negara Mobile,Paket Program BELA NEGARA 2017 (facebook)

PADANG, KLIKPOSITIF - Lokasi kecelakaan maut yang menimpa wartawan Padang Ekspres (JawaPos Group) bernama Julnadi, di Lubuk Salasiah, atau 100 meter sebelum jembatan timbangan oto (JTO), Kabupaten Solok , merupakan lokasi rawan kecelakaan .

Wakil Ketua Pemuda Panca Marga Sumatera Barat, Nisfan Jumadil, menyebut bahwa tikungan yang tajam dan tumpahan minyak, seperti CPO maupun minyak lainnya yang diangkut oleh truk maupun kendaraan lainnya, juga menjadi faktor penyebab lokasi tersebut rawan kecelakaan .

baca juga: Tolak Dinyatakan TMS, Iriadi : Tanding Jalan Kaki Dari Solok ke Padang Saya Sanggup

Oleh sebab itu, pria yang berprofesi sebagai pengacara itu meminta agar pihak terkait, khususnya Pemerintah, atapun pihak kepolisian nntuk segera mengambil tindakan agar kecelakaan di lokasi tersebut tidak lagi terulang. Jika tidak, maka akan ada lagi korban-korban selanjutnya.

"Sebenarnya tidak hanya di tikungan itu saja yang rawan, tapi juga ada sejumlah titik lainnya di Jalan Padang-Solok yang rawan kecelakaan , tapi kenapa lokasi ini yang saya sorot? karena saya sendiri pernah melihat secara langsung ada kendaraan minibus tergelincir dan langsung dihantam oleh truk yang datang dari arah berlawanan," kata Nisfan kepada KLIKPOSITIF .com, Selasa, 20 Maret 2018.

baca juga: KPU Kabupaten Solok Tetapkan Nomor Urut Paslon Peserta Pilkada 2020

Nisfan pun mengaku sudah 12 tahun bolak balik Padang-Sijunjung, dan sudah tak terhitung jumlah kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Padang-Solok. Pada umumnya, kata Nisfan, kecelakaan tersebut disebabkan karena lokasi jalan licin, karena banyaknya tumpahan minyak yang berserakan.

Untuk itu, ia pun juga meminta agar pengemudi truk yang mengangkut CPO, serta berbagai jenis minyak lainnya untuk memeriksa kran atau tempat pembuangan minyak yang dibawa agar tidak tumpah atau berserakan di jalanan.

baca juga: Pasangan Iriadi - Agus Syahdeman Ajukan Gugatan ke Bawaslu Kabupaten Solok

"Jadi, tidak hanya Pemerintah atau pun pihak kepolisian saja saya minta untuk melakukan tindakan, sopir truk yang membawa CPO dan minyak lainnya, juga diharapkan untuk memeriksa kran atau pembuangan minyak yang dibawanya sebelum berangkat, supaya tidak berserakan di jalanan, karena ini bahaya terhadap keselamatan pengendara lainnya," ujar Nisfan.

Seperti diketahui, Selasa siang sekitar pukul 11.30 WIB, wartawan Padang Ekspres Julnadi meninggal di tempat, setelah dilindas oleh truk yang mengangkut batu bara di kawasan Lubuk Salasiah, Kabupaten Solok .

baca juga: Minus Iriadi - Agus, KPU Tetapkan Tiga Paslon di Pilkada Solok 2020

Informasi yang dihimpun, kecelakaan yang merenggut nyawa Julnadi berawal ketika sepeda motor Honda Beat BA 3759 GW yang dikendarainya dari Padang menuju Kota Sawahlunto , tergelincir di lokasi kejadian.

Nahas bagi Julnadi, di saat bersamaan, datang truk bernomor polisi BA 8915 OU yang datang dari arah berlawanan, hingga akhirnya tubuh Junaldi langsung dilindas oleh ban truk seberat puluhan ton tersebut.

Kapolres Solok AKBP Ferry Irawan mengatakan, jasad korban sudah dijemut pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka di Indra Pura, kabupaten Pesisir selatan. Sedangkan pengemudi truk, katanya, sudah diamankan dan tengah diperiksa oleh penyidik Unit Laka Polres Solok. 

"Selain mengamankan pengemudi truk, petugas juga mengamankan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan . Kedua kendaraan itu saat ini sudah berada di Unit Laka sebagai barang bukti kecelakaan ," ujarnya.(*)

Penulis: Riki Suardi