Kata Mereka Tentang Nadi yang Ingin Membangun Literasi di Pessel

Salat Gaib oleh Teman-teman Nadi di UIN Imam Bonjol Padang
Salat Gaib oleh Teman-teman Nadi di UIN Imam Bonjol Padang (Cecep/Klikpositif)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Rabu sore tadi, sosok Julnadi masih berasa di ruang berukuran 3x10 teater Imam Bonjol (IB), Universitas Islam Negeri Imam Bonjol.

Cengkrama rekan sejawat, junior, dan senior almarhum memang tak lepas dari mengenang masa-masa berjuang bersama Julnadi.

baca juga: Tolak Dinyatakan TMS, Iriadi : Tanding Jalan Kaki Dari Solok ke Padang Saya Sanggup

Ya, gelak tawa lantang, senyum manja, terkesan rileks namun total untuk menghasilkan karya, menjadi adukan obrolan rekan-rekan almarhum usai menggelar Salat Gaib, pada ba'da Ashar.

Alat musik seperti bansi, talempong, biola, dan gajon sisa latihan musikalisasi puisi almarhum pada Senin malam, masih berserakan dalam base home teater.

baca juga: KPU Kabupaten Solok Tetapkan Nomor Urut Paslon Peserta Pilkada 2020

"Di sini kami memanggilnya Nadi. Almarhum ibarat urat nadi di Teater Imam Bonjol ini," ungkap Zelfeni Wimra, salah seorang senior almarhum.

Sultan Indra, rekan lainnya mengisahkan, obsesi dan cita-cita besar almarhum. "Nadi memang berniat membangun dunia literasi di Kabupaten Pesisir Selatan, terutama pada sudut atau berbasis sejarahnya," ungkap Sultan Indra yang biasa disapa Iin ini.

baca juga: Pasangan Iriadi - Agus Syahdeman Ajukan Gugatan ke Bawaslu Kabupaten Solok

Bukan tanpa alasan, kata Iin, obsesi itu lahir mengingat literasi sejarah di Pessel terkesan masih kabur, terutama bagi pencerahan generasi muda.

"Kami bersama Nadi, masih memperjuangkan itu. Bagaimana literasi di Pessel yang masih rendah dapat terangkat," ujarnya.

baca juga: Minus Iriadi - Agus, KPU Tetapkan Tiga Paslon di Pilkada Solok 2020

Salah satu yang dalam penggarapan adalah pembuatan film dokumenter seputaran sejarah dan objek wisata Pessel.

"Sinopsisnya sudah lolos di Yogyakarta. Tiga hari ke depan itu penentuannya. Tinggal menunggu kabar di Bali," ujar Iin.

Selain penggarapan film, tambah Iin, almarhum juga konsen dengan musikalisasi puisi. Namun, di kampus, almarhum sangat terkenal sebagai pembaca puisi.

Baca: Kecelakaan , Wartawan Jawapos Group Meninggal Dunia" href="http://news.m. KLIKPOSITIF .com/baca/29013/kecelakaan-di-lubuk-lasih--wartawan-padek-julnadi-meninggal-di-tempat"> Kecelakaan , Wartawan Jawapos Group Meninggal Dunia

"Dalam penggarapan sinopsis untuk dijadikan naskah, almarhum rencananya akan menjadi sutradara atau rencana pengisi musik. Penggarapannya untuk sinopsis sudah 90 persen," ujarnya.

"Untuk karya musikalisasi puisi sudah 80 persen. Dua Minggu ke depan, almarhum berjanji untuk diskusi menuntaskan ini," tambahnya.

Kenangan terakhir yang dilihat Iin, bagaimana almarhum tampak bertambah bersemangat melecut para junior untuk terus berkarya.

"Selalu mengajak berdiskusi untuk terus berkarya. Kemudian dia berpesan, bagaimana selalu mengangkat sejarah di Pessel," ucapnya.

"Yang jelas, karya beliau, yang memang buah fikir beliau akan terus kami kenang dan lanjutkan," pungkasnya.

[Cecep Jambak]

Penulis: Rezka Delpiera