Siak Masih Minim Fasilitas Perangkat Teknologi, Kementerian Pendidikan Harus Cari Solusi

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -- Anggota Komisi X DPR RI Muslim meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk memperhatikan serta mencari solusi dalam menyelesaikan persoalan minimnya perangkat teknologi di Kabupaten Siak terutama dalam menghadapi pelaksanaan UNBK dalam waktu dekat.

Hal ini diungkapkan usai melakukan peninjauan ke sejumlah SMK/SMA di Kabupaten Siak. Sangat mudah ditemukan sarana perangkat teknologi yang amat kurang memadai.

baca juga: Ada 17 Penambahan Positif COVID-19 di Sumbar per 3 Agustus 2020

" Sekolah di sini masih sangat kurang dan terbatas fasilitasnya serta komputernya kurang. Ini harus jadi perhatian khusus baik pemkab dan pemprov serta pemerintah pusat," ujar Muslim yang dilansir dari laman Parlementaria, di Kabupaten Siak, Rabu (22/3/2018).

Persoalan terbatasnya fasilitas komputer , lanjut Muslim juga terjadi di banyak provinsi. Sehingga ini memerlukan kerja keras bagi pemerintah.

baca juga: Viral Wanita Bakar Bendara Merah Putih, Ngaku Diperintah Pimpinan PBB

Muslim mengakui, di SMA 1 Kabupaten Siak ini fasilitas komputer terbatas, maka harus pinjam dari sekolah lain. "Bagaimana mau dapat hasil terbaik kalau dari fasilitas kurang baik. Ruangan juga terbatas. Pemkab juga harus serius. Untuk kondisi ini harus segera diatasi. Pelaksanan UNBK yang ditargertkan April 2018 harus terlaksana," tuturnya.

Legislator dapil Aceh ini menuturkan persoalan minimnya komputer ini terjadi di semua daerah, tapi berbeda halnya dengan di kota besar. "Di kota besar sangat bagus, tapi daerah seperti Sumatera, NTT dan Maluku ini sangat terbatas. Ini kita akan dorong pemerintah supaya ini jadi perhatian," tukasnya.

baca juga: Prabowo Teken Dukungan Gerindra untuk Gibran Jadi Wali Kota Solo

Komisi X, lanjutnya, akan dorong pemerintah untuk mencari solusi agar anggaran pendidikan di APBN yang besar harus tepat sasaran. Begitu juga tentang distribusi guru ke daerah. Peningkatan kompetensi guru juga harus ditingkatkan. (*)

Sumber: dpr.go.id

baca juga: Akibat Pandemi, Deflasi Juli Capai 0,10 Persen

Penulis: Eko Fajri