Ini Pesan Rudiantara Pada Hari Penyiaran Nasional

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF / Eko Fajri)

KLIKPOSITIF -- Hari Penyiaran Nasional Tahun 2018 pada hari Minggu (1/4) dilaksanakan di provinsi Sulawesi Tengah.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, 56 persen dari 153 juta pengguna internet di Indonesia adalah kaum muda. Jumlah tersebut menurutnya sangat besar. Dan memiliki dampak yang juga luas.

baca juga: PH Mulyadi Sebut Hal Ini Terkait Penetapan Kliennya Sebagai Tersangka

Lebih dari setengah jumlah pengguna tersebut mempunyai intensitas yang sangat tinggi. Dan fenomena yang memang nyata menjangkiti kaum muda adalah mereka selalu memiliki kecenderungan menyebarkan segala segala aktifitas kesehariannya di media sosial. Guna menunjukan eksistensinya.

Rudiantara berpesan agar dapat bijak menggunakan internet, khususnya media sosial. Sebelum menyebarkan sebuah berita harus dilihat kebenarannya.

baca juga: JK Dituding Dibalik Penangkapan Edhy, Ini Kata Jubir

“153 juta penduduk yang menggunakan internet 56% adalah masyarakat muda. Yang selalu menggunakan internet dengan intensitas yang sangat tinggi. Dari bangun tidur sampai mau tidur bahkan hp tidak jauh dari kepala kita. Jangan kita sekali-sekali menyebarkan konten yang negatif. Apa itu konten negatif, informasinya belum tentu benar. Di Islam kalau ragu akan sesuatu hal mengenai kebenarannya dianjurkan untuk Tabayyun. Konfirmasi cek kebenarannya,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan jika informasi yang disebarkan adalah sebuah kebenaran akan tetapi pihak lain, sesuai info tersebut tidak menyukainya sama dengan ghibah.

baca juga: Penyidik Polda Dihadang Laskar di Rumah Habib Rizieq, FPI Minta Maaf

Apalagi menurutnya, jika info tersebut adalah sebuah kebohongan. Adalah dosa fitnah. “kalau ada yang begitu-begitu delete aja buang-buang pulsa. Biasanya konten hoax diawali dari kamar sebelah, kedua mengatasnamakan golongan tertentu, apakah suku, agama, ras. Ketiga biasanya dibawahnya ada kata-kata Ayo viralkan, kalau ada yang begitu dipikirin lihat dulu isinya,” kata Menkominfo.

Menteri Kominfo juga memprediksi kedepan, sebuah perusahaan yang akan merekrut karyawan tidak hanya meminta persyaratan administratif saja, akan tetapi di masa yang akan datang sebuah perusahaan akan melihat rekam jejak seseorang dari media sosial yang dimilikinya. Hal tersebut akan menjadi pertimbangan.

baca juga: Calon Gubernur Sumbar Tersangka, Pengamat Politik Sarankan Mulyadi Segera klarifikasi

“Kalau tercatat tukang kirim Hoax tidak akan diterima oleh perusahaan. Setelah kembali ke rumah nanti kita harus punya prinsip ponsel saya tidak digunakan untuk hal negative,” tandasnya. (*)

Sumber :Puspen Kemendagri

Penulis: Eko Fajri